DPR Minta Sekretariat Negara Tutup Lapangan Tembak Senayan

Kaca yang pecah akibat peluru nyasar di lantai 16 Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (15/10). (Suara.com/Fakhri Hermansyah)

epicentrum.id, Jakarta – Menyusul peristiwa peluru yang nyasar ke sejumlah ruang kerja anggota DPR RI di Gedung Nusantara I, Kompleks Parlemen, Jakarta, DPR telah menggelar rapat gabungan dengan Polri dan memutuskan untuk meminta Sekretariat Negara (setneg) menutup Lapangan Tembak Senayan.

Hal ini diungkapkan Ketua Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) DPR Anton Sihombing. Nanti setelah rapat gabungan tersebut, kata Anton, DPR akan membahasnya dengan Setneg.

“Kemarin sudah kami bikin rapat Kesekjenan (DPR), Kepolisian, dan seluruh pimpinan BURT. Kami putuskan meminta agar lapangan tembak ditutup,” ujar Anton di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (18/10).

Anton mengatakan DPR akan segera menggelar rapat dengan Setneg, dan paling lambat akan dilakukan pada 24 Oktober 2018.

Anton mengungkapkan, Setneg merupakan pemilik lahan Lapangan Tembak Senayan yang dikelola oleh pengelola kawasan Gelora Bung Karno.

Anton menjelaskan, selain Setneg, BURT DPR juga akan memanggil Kapolri Jenderal Tito Karnavian untuk membahas pengamanan Kompleks Parlemen selaku objek vital.

Menurut politisi Golkar ini, kepolisian wajib bertanggung jawab atas keamanan Kompleks Parlemen sebagaimana ketentuan Kepres Nomor 63/2004 tentang Pengamanan Objek Vital dan UU Nomor 2/2002 tentang Polri.

“Polri harus menjaga objek vital ini sama levelnya dengan Istana,” ujarnya.

Di sisi lain, Anton mendukung usulan Ketua DPR Bambang Soesatyo alias Bamsoet yang meminta kaca di ruang kerja anggota DPR dipasang kaca film antipeluru. Sebab, benda tersebut sudah digunakan di sejumlah gedung pemerintahan.

Tak hanya itu, ia menilai pemasangan film antipeluru di kaca ruang kerja juga merupkan hak anggota DPR selaku penjabat negara dalam mendapat keamanan. Ditambah lagi, ia berkata, keamanan perlu diperketat di tahun politik saat ini.

“Kalau dibiarkan penembakan ini berulang-ulang berarti lebih penting lapangan tembak dari gedung DPR yang menjadi ikon republik ini,” ujar Anton.

Diberitakan sebelumnya, atas peristiwa peluru nyasar ke gedung parlemen tersebut, Polisi menyatakan ada enam peluru nyasar yang bersarang di gedung DPR. Peluru itu ditembakan oleh dua orang berinisial I dan R dari lapangan tembak Senayan. Keduanya telah ditetapkan sebagai tersangka oleh polisi.

Berdasarkan hasil penyidikan polisi, keduanya menggunakan senjata jenis Glock-17 yang telah dimodifikasi menjadi senjata otomatis. (o)

KOMENTAR

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *