Butuh Waktu 31 Tahun Bagi Inggris Untuk Kalahkan Spanyol Di Kandangnya

 

Marcus Rashford sang Striker Inggris mencoba hadangan pemain bertahan Spanyol (Kaos Merah). (Photo/Independent)

Epicentrum.id, Jakarta – Berakhir sudah tren negatif Timnas Inggris di UEFA Nations League. Pasukan Gareth Southgate merebut kemenangan pertamanya dengan mengalahkan Spanyol 3-2, Selasa (16/10/2018) dini hari WIB.

Adalah Raheem Sterling yang tampil sebagai protagonis Inggris dalam laga di Estadio Benito Villamarin tersebut. Sterling membukukan dwigol, sementara satu lesakan lainnya lahir berkat Marcus Rashford. Di sisi lain, Spanyol cuma membalas via Paco Alcacer dan Sergio Ramos.

Dengan hasil ini, Inggris berhak menduduki posisi kedua klasemen Liga ! Grup 4 dengan raihan 4 poin. Mereka masih tertinggal 2 angka dari Spanyol di puncak tabel.

Tak cuma menyoal klasemen, kemenangan atas Spanyol juga penting buat Inggris menimbang rekaman pertemuan kedua tim. Ya, sudah sejak 1987 atau 31 tahun lamanya, Inggris tak mampu menang di ‘Negeri Matador’.

Seperti uji tanding terakhir, Southgate menerapkan formasi 4-3-3 alih-alih 3-5-2 yang menjadi pakem andalannya di Piala Dunia 2018. Sebagai trisula lini depan, dia menunjuk Sterling, Rashford, dan Kane. Begitu pula dengan Spanyol yang juga tampil dengan 4-3-3. Untuk lini depan La Roja, pelatih Luis Enrique memasang trio Marco Asensio, Rodrigo, dan Iago Aspas.

Karena lebih terbiasa dengan formasi tersebut, Spanyol pun menguasai permainan hingga 69 persen. Masalahnya adalah efektivitas. Dari 25 upaya, mereka cuma mencatatkan 6 tembakan tepat sasaran. Bandingkan dengan Inggris yang melakukan 5 percobaan dengan 3 di antaranya mengarah ke gawang dan sukses mengoyak jala David de Gea.

Benar-benar efektif permainan Inggris sehingga bisa mencetak 3 gol dalam 45 menit perdana. Pertama, saat laga baru berumur 16 menit, Sterling menyambut bola diagonal dari Rashford dengan tembakan ke pojok kanan atas gawang Spanyol.

Selang 13 menit, Rashford berganti lakon dengan menuliskan namanya di papan skor. Gol ini tak lepas dari kejelian Kane melepaskan umpan terobosan. Serangan dituntaskan Rashford dengan sepakan mendatar tanpa mampu dihalau oleh De Gea.

Lagi-lagi Kane menunjukkan kepiawaiannya sebagai pelayan. Tujuh menit sebelum paruh pertama berakhir, dia memantulkan bola dengan sentuhan pertamanya guna diteruskan oleh Sterling. Brace yang menjadi pembuktian ketajaman Sterling setelah dirinya sempat puasa gol untuk timnas lebih dari 1.000 hari.

Ketinggalan tiga gol direspons Enrique dengan meningkatkan armada di lini serang. Dani Ceballos ditarik keluar untuk memberikan tempat kepada Paco Alcacer pada menit ke-57. Keputusan tersebut terbukti jitu. Hanya satu menit berada di lapangan, Alcacer mampu memangkas gap lewat tandukan menyambut sepak pojok Asensio.

Intensitas serangan Spanyol meningkat drastis setelahnya. Sempat hadir peluang emas buat Rodrigo dan Alvaro Morata yang masuk sebagai pengganti, tetapi kandas.

Hingga akhirnya, Spanyol mampu mencetak gol keduanya lewat tandukan Sergio Ramos. Gol tersebut baru hadir di masa injury time dan semua sudah terlambat buat sang tuan rumah. Tak ada gol tambahan sehingga Inggris pulang dengan kemenangan 3-2. [Kumparan]

KOMENTAR

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *