Karier Politik Rendra Kresna, Manis di Golkar Berakhir Pahit di NasDem

Epicentrum.id – Karier politik Bupati Malang Rendra Kresna yang sebelumnya cemerlang kini tercoreng. Orang nomor satu di Kabupaten Malang itu tersandung kasus hukum atas dugaan korupsi Dana Alokasi Khusus (DAK) Pendidikan 2011 yang ditelisik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Bagi Rendra, ini adalah kasus pertamanya sejak terjun di dunia politik. Mengawali kerasnya panggung politik sebagai anggota DPRD Kabupaten Malang 1997 mewakili Partai Golkar, karier politik Rendra berjalan mulus. Dia pun tak pernah tersandung masalah hukum.

Sebaliknya, pria asal Pamekasan, Madura itu justru sukses menjadi Ketua DPD Golkar Kabupaten Malang. Rendra memimpin Golkar Kabupaten Malang sejak 2004.

Posisi strategis ini pula yang menjadi batu loncatan Rendra meniti karier politik selanjutnya. Tahun 2005, dia digandeng Politisi PDIP Sujud Pribadi menjadi Wakil Bupati Malang. Momen ini berlangsung selama dua periode hingga 2010.

Di tahun inilah, Rendra melakukan lompatan besar. Dia mencalonkan diri menjadi Bupati Malang, bergandengan dengan politisi PKB Ahmad Sanusi. Rendra terpilih menjadi Bupati Malang untuk periode pertama hingga 2015. Saat Pilkada Serentak 2015, Rendra terpilih kembali. Kala itu dia diusung 9 partai politik, yaitu Partai Golkar, Gerindra, Partai Demokrat, PAN, PKB, PPP, PKS, NasDem dan Hanura.

Namun, di tahun 2016, Rendra mengambil langkah berani. Dia meninggalkan Partai Golkar yang sudah membesarkannya dan hijrah ke Partai NasDem. Di partai besutan Surya Paloh itu, Rendra bahkan dipercaya menjadi Ketua DPW NasDem Jatim.

Perjalanan panjang Rendra ternyata gagal berbuah manis. Senin (8/10/2018) Rendra Kresna tersandung kasus hukum. Orang nomor satu di Kabupaten Malang itu, bahkan mengakui sudah menjadi tersangka, kendati Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) belum memberikan pernyataan resmi.

Pengakuan Rendra disampaikan secara terbuka kepada media, Selasa (9/10/2018). Pengakuan disampaikan setelah malam sebelumnya, Senin (8/10/2018), penyidik KPK menggeledah rumah dinas miliknya.

“Saya disangkakakan menerima gratifikasi dari pemborong, rekanan, tahun 2011. Ya tersangka saya. Saya baca di berita acara penggeledahan KPK. Itu kan menyatakan bahwa saya sebagai tersangka kasus ini, nama, dan sebagainya,” kata Rendra, Selasa (9/10/2018).

Pengakuan Rendra ini sempat membuat kaget banyak pihak karena KPK belum mengeluarkan pernyataan resmi. Tak hanya itu, Rendra juga terlihat santai dan tegar mengungkap status barunya. “Ya, siang tadi beliau bertemu wartawan dan membuka semua. Sangat tegar dan ini memang karakter beliau,” tutur salah seorang staf Pemkab Malang. source

KOMENTAR

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *