Nasdem Terima Pengunduran Diri Bupati Malang Tersangka Korupsi

Bupati Malang Rendra Kresna mundur dari kepengurusan partai Nasdem, Senin (8/10). (Photo/Merdeka.com)

Epicentrum.id, Malang – Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggelar serangkaian penggeledahan di Kota dan Kabupaten Malang, sejak Senin (8/10). Menurut juru bicara KPK, Febri Diansyah, ada empat tempat yang digeledah tim penyidik.

“Senin, 8 Oktober 2018 kemarin dilakukan penggeledahan di empat lokasi di Malang, yaitu Pendopo Bupati Malang, kantor swasta, rumah swasta, dan rumah PNS,” kata Febri saat dikonfirmasi dari Malang, Selasa (9/10).

Penggeledahan itu dilakukan di Pendopo Bupati Malang yang merupakan kantor, dan berdekatan dengan rumah dinas Bupati Malang Rendra Kresna, di Jalan Agus Salim Kota Malang. Sedangkan, rumah pribadi Rendra Kresna yang digeledah berada di Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang. Febri menambahkan, dari penggeledahan tersebut, telah disita sejumlah dokumen terkait perkara.

Pada Selasa ini, tim KPK masih ada kegiatan penindakan lainnya, dan mengimbau supaya pihak-pihak terkait di Malang bisa bersikap kooperatif dan dapat menyampaikan pada KPK. Ditanya apakah KPK sudah menetapkan tersangka dalam kasus tersebut, Febri menyatakan pihaknya belum bisa memberikan jawaban, karena nanti akan disampaikan pada konferensi pers, di Jakarta.

“Itu dulu yang bisa saya sampaikan. Saya belum bisa mengkonfirmasi kebenaran informasi tentang pihak-pihak yang dijadikan tersangka yang beredar tersebut,” kata Febri.

Saat KPK belum mengeluarkan pernyataan resmi, Bupati Malang Rendra Kresna, mengaku sudah ditetapkan sebagai tersangka. Informasi ini diketahuinya saat menerima berita acara pada penggeledahan KPK di Pendopo Kabupaten Malang, Senin malam (8/10).

“Ya, sudah tersangka, saya baca di berita acara penggeledahan. Itu kan menyatakan sebagai tersangka kasus ini, Rendra Kresna,” kata Rendra saat ditemui wartawan di Kompleks Pendopo, Kabupaten Malang, Selasa (9/10).

Berdasarkan berita acara penggeledahan KPK, kata Rendra, dia diduga terlibat dalam kasus gratifikasi dengan rekanan pada Dana Alokasi Khusus (DAK) 2011. Mengenai jumlah uang gratifikasi, Rendra enggan menjawab karena tidak tertera dalam berita acara. Hingga saat ini, Rendra menerangkan, belum ada surat pemanggilan ataupun pemeriksaan lebih lanjut oleh KPK.

Karena telah berstatus sebagai tersangka, Rendra langsung mengajukan surat pengunduran diri sebagai ketua DPW Partai NasDem Jawa Timur (Jatim), Senin malam (8/10). Menurut dia, keputusan ini wajar dilakukan bagi kader yang tidak dapat lagi bekerja secara penuh dalam jabatan tersebut. Apalagi, dia harus berhadapan dengan kasus yang telah menetapkan dirinya sebagai tersangka oleh KPK.

“(Kalau seperti itu) Otomatis konsentrasi pecah, apalagi harus beri jawaban benar pada pemeriksaan. Kalau masih menjadi sebagai ketua DPW, belum tentu bisa melakukannya baik. Jadi, demi kebaikan partai dan saya, saya mengundurkan diri dari jabatan ketua DPW Jatim,” ujar dia.

Ketua DPP Nasdem Bidang Pemenangan Pemilu, Effendy Choirie, membenarkan pengunduran diri tersebut. “Ketua Umum DPP Partai Nasdem telah menerima pengunduran diri Rendra Kresna sebagai ketua DPW Partai Nasdem Jawa Timur malam hari ini (Senin, 8 Oktober 2018),” kata pria yang biasa disapa Gus Choi.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, penggeledahan yang dilakukan KPK tersebut diduga terkait dengan proyek yang menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2011 dan 2015. Tercatat, besaran alokasi DAK pada 2011 sebesar Rp 108,4 miliar, sementara pada 2015 sebesar Rp 153,3 miliar. Proyek tersebut antara lain ditangani oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Malang. [Republika]

KOMENTAR

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *