Menperin Menyambut Positif Perluasan Pabrik Tegangan Tinggi Di Indonesia

Panel Di Salah satu Perusahaan Manufaktur Listrik. (Photo/Kemenperin)

Epicentrum.id, Tangerang – Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto, menyebutkan bahwa industri mesin peralatan pendukung ketenagalistrikan di Indonesia terus berkembang. Hal ini meliputi peralatan pembangkit, transmisi dan distribusi listrik.

Adapun produk-produk yang telah dihasilkan meliputi komponen utama pembangkit seperti Boiler, Generator, Power Transformator, Gas Insulated Switchgear, Pompa, Balance of Plant (BOP), Tower Transmisi, Konduktor, Trafo Distribusi, Panel Listrik dan sebagainya.

Dalam hal ini, dia menyebut bahwa kebutuhan produk Gas Insulated Switchgear (GIS) untuk memenuhi kebutuhan transmisi tenaga listrik di Indonesia mencapai sekitar 150 set per tahun dengan nilai TKDN (tingkat komponen dalam negeri) berkisar antara 33,09 s.d. 34,61%. Angka itu disampaikan di sela peresmian Pabrik Panel Listrik Tegangan Tinggi Gas Insulated Switchgear ABB, di Tangerang, Selasa (9/10).

Airlangga pun menyambut positif perluasan pabrik tegangan tinggi di Indonesia. Dia menilai, dengan adanya peresmian tersebut, industri manufaktur lokal berkontribusi lebih besar lagi dalam memenuhi kebutuhan GIS.

“Selanjutnya kami mengharapkan agar PT ABB Sakti Industri dapat melakukan transfer teknologi sehingga daya saing dan kemampuan industri dalam negeri untuk mendukung pembangunan pembangkit listrik akan meningkat,” ungkapnya.

Secara kemampuan teknologi, PT ABB Sakti Industri akan memproduksi Gas Insulated Switchgear sampai dengan 170 kV.

Selebihnya, dia berharap produk Panel Listrik Tengangan Tinggi Gas Insulated Switchgear dapat secara maksimal menggunakan bahan baku dan komponen-komponen lokal. Dengan demikian, akan memberikan ruang bagi tumbuhnya industri penunjang.

Diharapkan pula, industri peralatan listrik dalam negeri terus berkembang dan berperan penting dan menjadi bagian dalam proyek pemerintah untuk membangun listrik 35.000 Megawatt sesuai dengan target yang telah direncanakan.

“Kami dapat sampaikan pada kesempatan yang baik ini, Pemerintah telah berkomitmen untuk merealisasikan penyediaan listrik sebesar 35.000 Megawatt. Dengan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5 – 5,4 % per tahun, penambahan kapasitas sebesar 35.000 Megawatt menjadi suatu keharusan,” imbuhnya.

“Dimana penggunaan produk dalam negeri menjadi salah satu poin utama di dalam pembangunan pembangkit 35.000 MW dan Jaringan Transmisi 46.000 km. Dengan kebijakan penggunaan produk dalam negeri, pesatnya pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan akan memiliki multiplier effect yang luar biasa bagi sektor industri,” tambahnya. [cnbcindonesia]

 

 

KOMENTAR

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *