Perbanyak Investor Pasar Keuangan, Digital Signature Akan Diterapkan

Papan indeks harga saham gabungan di Bursa Efek Indonesia (Photo : ANTARA FOTO/M Agung Rajasa)

epicentrum.id Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Inarno Djajadi mengakui, rendahnya tingkat literasi dan antusiasme masyarakat pada industri keuangan dan pasar modal, merupakan salah satu pekerjaan rumah yang masih harus digenjot lagi oleh pihaknya.

Karenanya, guna meningkatkan jumlah investor, Inarno memastikan bahwa BEI dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) akan menerapkan format tanda tangan digital atau digital signature, sebagai upaya memudahkan registrasi perdagangan di pasar modal.

“Ya, itu digital signature kan sudah diperbolehkan sekarang. Jadi, kita akan lebih mempersingkat proses registrasi,” kata Inarno di Gedung BEI, Jakarta, Senin 8 Oktober 2018.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK, Hoesen berharap, melalui digital signature ini tingkat literasi keuangan masyarakat bisa menjadi semakin baik.

Menurutnya, hal itu tentu berkaitan erat dengan likuditas dan daya tahan bagi industri pasar modal ke depannya. Sebab, data survei The Indonesia Capital Market Institue (TICMI) per April 2018, sebanyak 72 persen generasi milenial diketahui pernah berinvestasi di pasar modal.

Selain itu, data BEI menyebut bahwa dari total 670 ribu investor Indonesia, 280 ribu di antaranya berasal dari kalangan pegawai dan 120 ribu lainnya dari kalangan mahasiswa.

“Ini adalah sebuah upaya meningkatkan inklusi keuangan dan peraturan saat ini, sebagai desain kedalaman pasar modal dan salah satu strategi yang akan dilakukan,” kata Hoesen.

“Bahkan, kami akan adopsikan digital signature ini dalam waktu dekat, yang mungkin akan mengakselerasi pembukaan rekening efek dan rekening dana nasabah (RDN),” ujarnya. (viva)

KOMENTAR

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *