Rupiah Tembus Rp15 Ribu, BI: Tekanan Eksternal Sangat Kuat

Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo (Photo : ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)

epicentrum.id –¬†Pelemahan nilai tukar rupiah yang saat ini menyentuh angka Rp15.000 per dolar Amerika Serikat, ditegaskan Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, akibat dari sangat besarnya tekanan eksternal dari penguatan ekonomi AS, yang memengaruhi perekonomian global, termasuk Indonesia.

Perry mengistilahkan, tekanan dari penguatan ekonomi AS tersebut sebagai tiupan angin yang terus melanda perekonomian global, terutama setelah membaiknya perekonomian AS dan naiknya suku bunga acuan Bank Sentral AS atau The Federal Reserve pada tahun ini.

“Kenali identifikasi dulu angin tiupannya itu seperti apa kencengannya, seperi apa bisa diantisipasi atau tidak, dan harus tahu, tentu saja itu adalah angin tiupan dari global. Sejak pergantian pemeritahan AS tersebut, benar-benar terjadi perubahan,” tegasnya dalam acara Seminar Fraksi Golkar DPR RI, di Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu 3 Oktober 2018.

Dia menjelaskan, pada tahun ini, setelah pergantian pemerintahan AS ke tangan Presiden Donald Trump pada tahun lalu, perekonomian AS mengalami pertumbuhan sendiri atau bahkan melebihi tingkat kapasitas outputnya dan tidak diimbangi oleh negara-negara maju lainnya, yang justru mengalami penurunan.

“Karena, memang Trump genjot dari sisi fiskalnya pada saat ekonominya di atas kapasitas. Sehingga, menimbulkan ketidakpastian; loh jangan-jangan sudah overheating, nyungsep. Ini yang menjadi ketidakpastian, dia tumbuh sendiri yang lain enggak. Jadi, pola pertumbuhan ekonomi yang enggak merata timbulkan ketidakpastian, bahkan diperkirakan 2020 diperkirakan jatuh,” tuturnya.

Di samping itu, tekanan tersebut juga diperparah dengan cepatnya kenaikan suku bunga Bank Sentral AS, yang dilakukan dalam rangka mengimbangi percepatan pertumbuhan ekonomi AS, agar tidak overheating. Hal itu menyebabkan aliran modal dari investor global lari ke AS dari negara-negara emerging, termasuk Indonesia.

“Karena itu, dengan suku bunga dia yang naik, sementara lainnya belum naik, ya wajar investor global naruh dananya di Amerika. Ini dua faktor yang jadikan dolarnya the only currency yang kuat. Itu yang sebabkan, memang dunia mengalami nilai tukar global melemah, karena juga aliran modal yang keluar,” tegasnya.

Sebagai informasi, berdasarkan data kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS hari ini rata-rata menyentuh level Rp15.088 per dolar AS, atau melemah dari perdagangan kemarin yang mencapai Rp14.988.

sumber berita

KOMENTAR

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *