Jusuf Kalla Sebut Penjarahan Di Palu Adalah Tindakan Kriminal

Aksi penjarahan dibeberapa titik Kota Palu dua hari pasca Gempa dan Tsunami. (Photo/BBC)

Epicentrum.id, Jakarta – Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menganggap aksi penjarahan yang diduga dilakukan oknum masyarakat di Palu, Sulawesi Tengah, pasca gempa dan tsunami merupakan tindakan kriminal.

“Ya pastilah mengambil barang tanpa hak di manapun itu terjadi kriminal,” kata JK di Kantor Wakil Presiden, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Selasa (2/10/2018).

Ia juga menyoroti adanya dugaan oknum masyarakat yang menjarah sejumlah barang elektronik seperti televisi dan barang lainnya di daerah yang porak-poranda diterjang bencana tersebut.

“Setidak-tidaknya dikembalikan lah, kan tidak guna juga ambil TV,” ujar dia.

JK menegaskan, aksi penjarahan tidak dibenarkan dalam kondisi apapun. Namun demikian, ia yakin kondisi di sana semakin kondusif karena personel TNI-Polri tambahan sudah dikirim ke Sulteng.

“Kalau sekarang kan sudah hampir 3.000 polisi dan tentara di kirim ke situ untuk menjaga ketertiban dan keamanan,” ucap dia.

Polri sendiri mengaku sudah menangkap 45 orang yang diduga melakukan penjarahan pasca bencana di Palu, Sulawesi Tengah.

Pelaku rata-rata menjarah barang-barang elektronik. Tak hanya itu, polisi juga menemukan adanya upaya pembobolan anjungan tunai mandiri (ATM).

Selain itu, polisi juga menyita barang bukti antara lain, sound system, LCD, printer, amplifier, mesin ATM, sepeda motor, AC, dispenser, microphone, satu karung sandal, satu karung sepatu, satu kardus pakaian, linggis, betel, obeng, kunci leter T, kunci Inggris, dan palu.

KOMENTAR

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *