Pemerintah Didesak Status Bencana Nasional

Suasana porak poranda setelah gempa dan tsunami (AFP/Getty Images/J. Samad)

epicentrum.id – Sejumlah anggota DPR meminta pimpinan DPR dan pimpinan fraksi untuk mendesak Pemerintah menetapkan status bencana gempa dan tsunami Palu, Donggala dan sekitarnya sebagai bencana nasional. Hal tersebut di antaranya diungkapkan anggota Komisi I DPR Sukamta saat memberikan interupsi dalam sidang rapat paripurna DPR ke-5, di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (2/10).

“Saya meminta pimpinan DPR bisa bersama-sama pimpinan fraksi mendesak pemerintah agar Sulawesi Tengah ini sebagai bencana nasional, agar kita bisa punya legitimasi, pemerintah punya legitimasi, untuk mengerahkan seluruh sumber daya yang ada,” ujar Sukamta.

Sukamta menyebut bencana alam di Sulawesi Tengah sudah merenggut hampir ribuan nyawa dan diprediksi masih ada ribuan warga yang belum diketahui nasibnya. Apalagi masih ada daerah yang terisolir dari jangkauan komunikasi dan transportasi.

Tiga du

photo

Tiga dugaan penyebab tsunami di Teluk Palu.

Sekretaris Fraksi PKS itu menyebutkan bencana alam di Sulawesi Tengah memiliki jenis yang berbeda dengan gempa dan tsunami di Aceh, maupun gempa di Yogyakarta maupun NTB. Gempa san tsunami di Sulteng, merupakan gabungan gempa dan tsunami, disertai tanah amblas, aliran lumpur yang menghanyutkan bangunan atau sesuatu di atasnya.

“Kami melihat sudah sewajarnya situasi seperti ini ditanggapi oleh pemerintah secara sistematis dengan mengerahkan sumber daya maksimal,” kata Sukamta.

Ia pun mendukung upaya pemerintah yang telah memberikan ruang bagi dunia international untuk masuk membantu penanganan bencana.

“Itu sudah langkah yang bagus, tugas pemerintah adalah mengatur agar lalu lintas bantuan itu bisa terjadi lancar dan proses perbantuan berlangsung dengan baik,” ujarnya.

Anggota DPR dari Fraksi PDIP Rieke Dyah Pitaloka juga menyatakan hal yang sama. Selain penetapan bencana nasional, ia juga mendukung pembentukan tim pengawas penanganan bencana alam

“Saya bersikap hari ini mendukung bencana tersebut ditetapkan sebagai bencana nasional. kedua juga mendukung timwas penanganan bencana segera dibentuk yang disampaikan pimpinan DPR,” katanya.

Pemerintah tak Menetapkan Status Bencana Nasional

Sementara, residen Joko Widodo (Jokowi) pun memberikan tanggapannya terkait hal ini. Dia menegaskan bukan status bencana nasional yang diutamakan, tetapi soal cepatnya penanganan.

“Yang paling penting, itu penanganannya yang cepat, yang segera menyelesaikan masalah-masalah di lapangan. Contoh kemarin alat-alat berat tadi malam sudah masuk, hari ini sudah mulai bekerja alat-alat berat itu, juga BBM, tapi problemnya SPBU-nya alat-alatnya rusak,” ujar Jokowi di halaman tengah Istana Negara, Jakarta, Selasa (2/10).

Jokowi menekankan, penanganan yang cepat menjadi prioritas pemerintah saat ini. Bukan hanya masalah prosedur dan juga administrasi.”Karena, ada kayak SPBU portabel yang baru diarahkan ke Palu dan sekitarnya. Saya kira yang penting bagi saya penanganan yang cepat, bukan hanya masalah prosedur, bukan masalah administrasi, ini bencana apa, ini bencana apa,” kata dia.

Sebelumnya, pemerintah tidak akan menetapkan gempa dan tsunami yang melanda Palu dan wilayah Sulawesi Tengah sebagai bencana nasional. Namun, pemerintah tetap akan menerima jika ada bantuan internasional yang masuk.

Enggak perlu saya kira, penanganannya sudah lebih dari bencana nasional,” kata Menko Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan, di Jakarta, Senin (1/10).

photo

Catatan sejarah gempa-tsunami di Teluk Palu.

Namun, Luhut mengatakan, pemerintah tetap akan menerima apabila ada bantuan internasional yang masuk. Ia menegaskan, penanganan bencana sudah sangat baik, baik dari TNI, Basarnas, maupun semua yang terlibat.

“Saya kira langkah Presiden pergi ke sana sangat bagus sekali dan beliau berjanji ada datang kembali ke sana minggu depan untuk lihat progres. Yang saya tahu tadi dari Basarnas maupun dari pangdam di sana dan Satgas BNPB,” katanya.

Luhut menambakan, alat berat sudah masuk dan listrik sudah mulai menyala sebagian. Selain itu, telekomunikasi di wilayah tersebut mulai pulih pascabencana. “Di sana alat berat sudah bermasukan, makanan juga sudah mulai ada pengangkutan oleh TNI dari Makassar dengan Hercules. Dan, juga rumah sakit angkatan laut yang di KRI Sudarsono sudah ke sana, jadi saya pikir overall semua ditangani pemerintah sangat cepat,” ujarnya menjelaskan.

sumber berita

KOMENTAR

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *