Media Internasional Soroti Gempa-Tsunami di Palu dan Donggala

Petugas Basarnas membawa korban selamat gempa dan tsunami yang terjebak di dalam restoran Dunia Baru, Palu, Sulawesi Tengah, Minggu, 30 September 2018. (Photo : ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja)

epicentrum.id – Gempa dan tsunami yang menghancurkan wilayah Palu dan Donggala di Sulawesi Selatan, menjadi sorotan berbagai negara di dunia. Korban meninggal dunia akibat bencana alam itu hingga kini telah mencapai ratusan orang.

Berbagai media internasional turut menyoroti dan memberitakan perkembangan situasi terkini di Palu dan Donggala. Salah satunya adalah media yang berbasis di Inggris, The Guardian.

Mengutip pernyataan Juru Bicara BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, The Guardian menuliskan bahwa jumlah korban jiwa diperkirakan bisa mencapai ribuan orang.

“Di beberapa desa dan kecamatan yang lebih kecil di sekitar Palu, dikhawatirkan seluruh komunitas yang terdiri dari 2.000 orang tewas setelah tanah longsor menghancurkan rumah mereka. Keadaan darurat selama 14 hari telah diumumkan di Sulawesi,” tulis The Guardian.

Media online Singapura, Channel News Asia, menuliskan bahwa 1.200 narapidana telah melarikan diri dari tiga fasilitas penahanan di wilayah Sulawesi, yang hancur setelah bencana gempa dan tsunami.

“Para narapidana melarikan diri dari dua fasilitas di Palu dan satu di Donggala. Saya yakin mereka kabur karena khawatir akan terkena dampak gempa, ini masalah hidup dan mati bagi para tahanan,” kata Pejabat Departemen Kehakiman RI, Sri Puguh Utami, yang dikutip Channel News Asia.

New York Times, media online asal Amerika Serikat, mengutip pernyataan seorang ahli geofisika dari Humboldt State University di California yang mengaku terkejut dengan besarnya tsunami di Palu.

“Kami tahu akan ada tsunami, tetapi tidak sebesar itu. Ketika perisriwa ini terjadi, kami mungkin akan menemukan hal-hal yang belum pernah kami amati sebelumnya,” kata ahli geofisika Jason Patton.

Menurutnya, pergeseran bumi secara horizontal yang terjadi di Palu biasanya tidak akan menciptakan tsunami. Meski tak dipungkiri dalam kondisi tertentu kondisi itu bisa terjadi.

sumber berita

KOMENTAR

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *