Mahfud Sebut Partai Politik Harus Disehatkan

Mahfud MD (foto: VIVA/Andri Mardiansyah)

epicentrum.id – Pakar Hukum Tata Negara yang juga mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD menilai, partai politik saat ini harus disehatkan. Hal itu agar jika orang-orang aktif di partai politik tidak perlu mencari uang untuk menyuap dan tidak menerima suap, serta mencuri uang.

Umumnya, menurut Mahfud, orang menyatakan korupsi politik itu dilakukan oleh aktivis partai politik. Namun, sebetulnya oleh semua jabatan politik. Sebab, bukan hanya parpol jabatan politik tapi ada MA, MK, DPR, dan menteri.

“Itu jabatan politik yang kalau korupsi ya itu korupsi politik. Tetapi, memang banyak yang berpendapat masalah utama ada di partai politik. Oleh sebab itu, kami usulkan agar parpol itu disehatkan,” ujar Mahfud, usai diskusi publik di UNP, Selasa, 25 September 2018.

Menurut Mahfud, parpol adalah instrumen konstitusi, tidak boleh diserang agar dibubarkan. Parpol harus ada karena di konstitusi, sekurang-kurangnya ada dua pasal yang mengatur parpol harus ada. “Oleh karenanya, parpol harus dipikirkan bagaimana agar orang kalau aktif di parpol tak perlu cari uang untuk menyuap dan agar tidak menerima suap dan mencuri uang negara,” ujarnya.

Agar hal itu tidak terjadi, kata Mahfud, negara harus menyediakan anggaran. Misalnya, negara menyediakan anggaran yang cukup seperti yang ada di Jerman. Negara membolehkan partai politik melakukan usaha-usaha yang halal dan terbuka, bisa diadu dan tidak memengaruhi proses fair play dalam pelaksanaan usaha nasional.

Saat ini, menurut Mahfud, setiap pemilu masih diwarnai dengan korupsi politik. Sebab, terkadang orang menyuap pemilih, KPU, orang TPS. “Itu kan korupsi semua. Kalau itu terjadi dan dia terpilih, dia pasti korupsi lagi, wong sejak awal masuknya menyuap. Itu yang membuat kita harus membina parpol dan menata sistem kepartaian kita,” tuturnya.

Selain itu, Mahfud berpendapat harus ada pengawasan formal yang bisa bertindak tegas, serta pengawasan yang datang dari wartawan. Sebab, pengawasan wartawan lebih efektif dibandingkan dengan pengawasan resmi.

“Orang takut pada Anda, yang suka main di media massa dan medsos. kemudian pengawasan formal juga harus bertindak tegas, jika ada perlu didiskualifikasi,” ujarnya.

sumber berita

KOMENTAR

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *