Aktivis 98 Minta Film G30S/PKI Kembali Ditayangkan

dedy arianto

Aktivis 98, Dedy Arianto

Epicentrum – Aktivis gerakan reformasi 1998, Dedy Arianto menegaskan bahwa film ‘Pengkhianatan G-30-S/PKI’ adalah film dokumenter yang harus dapat dilihat seluruh rakyat Indonesia, hal ini menanggapi isu dibelinya hak tayang film besutan Arifin C. Noer tersebut oleh sebuah stasiun televisi swasta.

“Film G30S PKI adalah film dokumenter yang harus dilihat oleh seluruh rakyat Indonesia, maka stasiun televisi manapun berhak menayangkan film tersebut, bahkan seharusnya wajib untuk memutarnya,” tegas aktivis Universitas Trisakti saat tragedi 12 Mei 1998 tersebut.

Oeoe (Uu), panggilan akrabnya, juga meminta kepada Pemerintah agar melarang adanya monopoli hak tayang film keluaran Perusahaan Produksi Film Negara (PPFN) tahun 1984 tersebut.

“Saya meminta dengan sangat kepada Pemerintah agar tidak membolehkan adanya monopoli film dokumenter tersebut, terlebih dimonopoli oleh pihak stasiun tv swasta,” sebut Oeoe yang dikenal sebagai Panglima Praja Muda Beringin (PMB).

Film G30S/PKI pada masa Orde Baru ditayangkan setiap malam 30 September oleh TVRI sejak 1987 hingga 1997. Pemerintah RI melalui Menteri Penerangan Yunus Yosfiah kemudian menghentikan penayangan film tersebut atas permintaan berbagai pihak.

Film ini kembali menjadi polemik saat Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo memerintahkan seluruh jajaran Kodam/Korem/Kodim/Koramil mengadakan nonton bareng (nobar) film tersebut bersama masyarakat. Stasiun TV One bahkan menayangkan film berdurasi 4 jam tersebut tepat tanggal 30 September 2017.[Tim Liputan]

KOMENTAR

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *