Pentolan Golkar Minta Maaf

Epicentrum.id – Partai Golongan Karya (Golkar) tak bisa berbuat apa-apa atas tindakan yang dilakukan kadernya, yang menilap uang rehabilitasi pembangunan sekolah pasca gempa yang terkena Operasi Tangkap Tangan (OTT) Kejaksaan Negeri Mataram (Kejari), Jumat lalu sebesar 30 juta.

DPD Golkar tingkat I NTB hanya bisa meyangkan perbuatan Ketua Komisi IV DPRD Kota Mataram, HM itu yang sangat mempermalukan partai apalagi ini kali pertama terjadi di NTB.

Sekretaris DPD I Golkar NTB, Baiq Isvie Rupaeda mengaku prihatin dengan kejadian tersebut. Pihaknya sangat meyangkan apa yang dilakukan HM disaat masyarakat Lombok yang masih mengalami musibah gempa ini. Namun apalah daya melainkan pihaknya pun meminta maaf kepada masyarakat NTB.

“Kami mohon maaf atas kelakuan kader kami,” ucap Isvie dikonfrirmasi sabtu lalu di Mataram.
Isvie menjelaskan, tindakan permintaan fee yang di DPRD NTB belum pernah ditemuinya. Dewan di provinsi, kata dia tidak pernah menemukan perbuatan memeras pemerintah hanya untuk mendapatkan fee dari anggaran yang telah diketoknya.

“kami sangat prihatin,” kata Isvie singkat.
Khusus di di DPD tingkat I, lanjutnya semua kader selalu dimonitoring dan juga diberi peringatan agar jangan sampai melakukan tindakan yang bisa merusak nama partai ataupun melanggar AD/ART.
“Kami di provinis selalu diingatkan hal hal demikian,” katanya.

 

Sementara untuk tingkat kabupaten kota, kata dia ia tidak mengetahui begitu banyak terutama apakah kader selalui dimonitor oleh pengurus atau tidak namun terhadap apa yang dilakukan kadernya itu sangat disesalkan.
“Kejadian ini di kota, silakan dikonfirmasi di DPD Golkar kota Mataram saja,” kata dia.

Senada disampaikan Ketua Harian DPD Golkar NTB, Misbach Mulyadi mengaku sangat perihatin. Terhap hal ini pihaknya tentu akan menunggu keputusan hukum yang akan dijalani HM tersebut. Sementara untuk posisi kader yang telah melanggar tentu sepenuhnya akan mengacu kepada mekanisme partai.
“Kita tunggu saja, ada mekanisme partai, coba ke DPD II dulu(dikonfirmasi),Karena beliau (HS) pengurus disana tahapan proses disana dulu nanti baru ke DPD I” kata Misbach terpisah.

Sementara itu, Kepala Kejari Mataram, Ketut Sumadane menjelaskan setelah ditetapkan HM sebagai tersangka, pihaknya besok (Hari Ini,Red) akan melanjutkan pengembangan terhadap kasus tersebut. Kejari akan memanggil pihak pihak terkait seperti Sekwan DPRD Kota, anggota banggar dan juga dari pihak Dikbud Kota Mataram, sehingga korupsi tersebut bisa lebih jelas arah dan pengembangannya. Ketut pun berjanji korupsi rehabilitasi pembangunan gedung SD dan SMP ini, akan dijadikan kasus prioritas. Mengingat dana yang dikorupsi merupakan dana bencana.

Kejari dalam hal ini berharap kerjasam khusunya kepada HM untuk bisa terbuka. Jika HM tidak terbuka konsekuensi hukum akan lebih berat diterima. “Hp HM yang kami sita juga kami temukan ada percapakan dengan pihak lain. Kami masih melakukan pengembangan,” jelas Ketut, Jumat lalu. source

KOMENTAR

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *