7 Gangguan kesehatan yang mengintai jika sering mimisan berkelanjutan

Epicentrum.id – Setiap bagian dari panca indera kita memiliki ‘kemampuan’ terselubung. Dari rambut sampai kulit bisa menunjukkan kondisi kesehatan kita saat ini. Begitu juga dengan hidung.

Mulai dari penampakan hidung sampai kemampuannya dalam mengenali aroma bisa mengungkapkan ada atau tidaknya gangguan kesehatan di dalam tubuh. Sama halnya dengan keluarnya darah dari indera penciuman ini.

Sebagian besar kasus pendarahan hidung atau mimisan disebabkan karena udara kering yang membuat kelembapan membran hidung Anda berkurang, pecah-pecah, dan rentan terhadap infeksi bakteri.

Umumnya, pendarahan hidung tidak mengarah pada kondisi kesehatan yang serius. Walaupun begitu, mimisan juga bisa menjadi gejala dari beberapa gangguan berikut.

1. Hereditary Hemorrhagic Telangiectasia (HHT)

Hereditary hemorrhagic telangiectasia (HHT) atau juga dikenal sebagai sindrom Osler-Weber-Rendu adalah kelainan genetik langka yang dapat menyebabkan pendarahan hidung dan melemahnya pembuluh darah.

Jika Anda melihat bintik-bintik merah kecil di wajah Anda, tangan dan kaki, sering mendapati bantal berdarah saat bangun tidur, ada baiknya konsultasikan dengan dokter Anda.

Penyakit ini dapat menyebabkan stroke jantung atau menyebabkan pembekuan darah di paru-paru.

2. Sinus kering

Sinus kering dapat menjadikan hidung dan mulut kering. Rongga sinus jadi sensitif dan sering sakit. Sinus kering juga bisa menyebabkan kulit di lubang hidung Anda pecah, sehingga terjadilah pendarahan.

Sinus kering disebabkan karena kurangnya kelembapan pada membran mukus di dalam hidung. Jika dibiarkan hingga akut, sinus kering bisa menyebabkan infeksi. Biasanya pengobatan disertai dengan pemberian antibiotik.

3. Acute Myeloid Leukemia (AML) dan Acute Lymphocytic Leukemia (ALL)

Mimisan yang berkelanjutan bisa menjadi salah satu gejala AML dan ALL. Ini adalah jenis leukemia akut yang bersumber di sumsum tulang dan darah.

Selain mimisan yang kelewat sering, gejala dari AML dan ALL stadium awal kerap disalahartikan gejala flu, sebab meliputi letih dan demam.

Perlu diperhatikan juga jika haid jadi lebih lama, mudah memar, napas pendek, linu, dan kerap mengalami pendarahan di mulut, bisa jadi ini termasuk gejala AML atau ALL.

4. Hemofilia B

Hemofilia B atau sering disebut Christmas Disease hemofilia faktor IX adalah kelainan genetik langka di mana darah sulit membeku. Jika seseorang menderita penyakit ini, tubuh akan menghasilkan sangat sedikit faktor IX. Akibatnya sering terjadi pendarahan yang berkepanjangan atau spontan.

Diperkirakan bahwa dua pertiga kasus hemofilia B diturunkan lewat garis keluarga. Sebagian besar penderitanya adalah laki-laki.

5. Barotrauma telinga

Barotrauma adalah suatu kondisi yang menyebabkan ketidaknyamanan pada salah satu indera akibat perubahan tekanan udara di sekitar. Biasanya kondisi ini terjadi pada telinga.

Masing-masing telinga memiliki tabung eustachius yang menghubungkannya dengan tenggorokan dan hidung. Ini juga membantu mengatur tekanan telinga. Jika tabung ini tersumbat, keseimbangan yang diatur oleh telinga rusak dan bisa terjadi pendarahan di hidung.

Barotrauma sering terjadi, terutama di lingkungan di mana ketinggian tiba-tiba berubah. Meskipun kondisinya tidak berbahaya pada beberapa orang, dalam beberapa kasus juga dapat menyebabkan komplikasi lebih lanjut.

6. Leishmaniasis

Leishmaniasis adalah penyakit yang disebabkan oleh parasit Leishmania. Parasit ini biasanya hidup di lalat pasir yang terinfeksi.

Lalat pasir yang membawa parasit biasanya berada di lingkungan tropis dan subtropis. Epidemi fatal akibat penyakit ini pernah terjadi di wilayah Asia, Afrika Timur, dan Amerika Selatan.

Leishmaniasis kerap mewabah di daerah terpencil yang kondisi lingkungannya tidak stabil. Doctors Without Borders menyebutnya salah satu penyakit tropis yang paling berbahaya karena sering diabaikan. Jumlah korban jiwa yang ditimbulkannya lebih banyak daripada malaria.

7. Demam rematik

Demam rematik adalah salah satu komplikasi yang terkait dengan radang tenggorokan. Ini adalah penyakit relatif serius yang biasanya menyerang anak-anak antara usia 5 dan 15.

Demam rematik disebabkan oleh bakteri yang disebut A Streptococcus. Bakteri ini menyebabkan radang tenggorokan atau dalam persentase kecil demam berdarah.

Demam rematik menyebabkan tubuh menyerang jaringannya sendiri. Reaksi ini menyebabkan peradangan luas di seluruh tubuh. Penyakit ini masih umum dijumpai di tempat-tempat seperti Afrika sub-Sahara, Asia tengah selatan, dan di antara populasi tertentu di Australia dan Selandia Baru.

Itulah beberapa gangguan kesehatan yang mungkin ditandai dengan pendarahan hidung alias mimisan. Jika Anda mengalami mimisan yang sering dan tak kunjung berhenti, segera periksakan diri ke dokter.

 

 

 

KOMENTAR

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *