Empat Anak Muda Pemegang Kendali Aplikasi DPR Now

 

Epicentrum.id – Empat anak muda yang terdiri dari dua pria dan dua perempuan terlihat sibuk menatap layar laptopnya masing-masing di satu ruangan Pusat Pelayanan Terpadu DPR RI.

Di ruangan berukuran 6×6 meter, keempatnya duduk di kursi sambil menghadap laptop masing-masing yang ditempatkan di atas meja panjang berwarna hitam.

“Jadi mereka ini yang memegang kendali aplikasi DPR Now!” ujar YOI Tapahari, Kepala Biro Pemberitaan Parlemen kepada Tribunnews.com, Kamis (30/8/2018).

Keempat anak muda tersebut masing-masing bernama Edi Silaban, Kristian Riantanto, Frederica Jonatan, dan Septi.

Keempat admin DPR Now! tersebut berusia 22 hingga 26 tahun dengan latar pendidikan sarjana dari berbagai macam jurusan.

Edi merupakan lulusan Teknik Informatika, Rian Sarjana Bahasa Inggris, Frederica jurusan Public Relation, dan Septi Sarjana Marketing Komunikasi.

“Di sini kami tugasnya mendistribusikan semua bentuk pengaduan (masyarakat) ke komisi-komisi. Itu tugas yang utama,” ujar Edi.

Mengenakan kemeja hijau, Edi selaku admin super DPR Now! mengatakan yang membuat aplikasi terbaru ini beda dengan situs DPR lainnya terletak pada kemudahan mengaksesnya.

“Jadi semuanya bisa download, gratis, tanpa harus buka website dulu,” ujarnya.

Sama seperti aplikasi yang menyesuaikan diri pada smartphone, DPR Now dikatakan Edi juga dibuat atas dasar itu.

“Ya mungkin kalau enggak ada internet doang kali ya di situ sulitnya,” ujarnya diikuti tawa ketiga rekan Edi yang lain.

Frederica, admin komisi DPR Now! mengatakan hal yang sama dengan Edi.

Perempuan berusia 26 tahun ini menekankan aplikasi DPR Now! pada keterbukaan DPR soal informasi dan menerima pengaduan dari masyarakat.

“Jadi DPR berusaha untuk tidak menutup-nutupi, transparan soal informasi agar rakyat lebih percaya apalagi di zaman milenial ini semuanya harus serba terbuka,” kata Frederica.

Perempuan berusia 26 tahun ini menekankan aplikasi DPR Now! pada keterbukaan DPR soal informasi dan menerima pengaduan dari masyarakat.

“Jadi DPR berusaha untuk tidak menutup-nutupi, transparan soal informasi agar rakyat lebih percaya apalagi di zaman milenial ini semuanya harus serba terbuka,” kata Frederica. [Sumber]

 

KOMENTAR

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *