Iran Kecam Perolehan Medali Indonesia dari Pencak Silat

Iran Kecam Perolehan Medali Indonesia dari Pencak Silat (picture alliance/dpa)

epicentrum.id – Presiden Komite Olympiade Nasional Iran (NOC), Reza Salehi Amiri, mengecam pengakuan terhadap pencak silat di Asian Games sebagai hadiah dari Dewan Olympiade Asia (OCA) terhadap Indonesia. Menurutnya pencak silat merupakan cabang olahraga yang tidak dikenal dan hanya dipraktikkan oleh sekelompok kecil negara di Asia.

Untuk itu NOC mengaku akan mengajukan keberatan resmi atas perolehan medali dari cabor pencak silat kepada OCA. Menurut Salehi, kebijakan OCA mengakui pencak silat dan perolehan medali dari cabang olahraga tersebut di klasemen akhir Asian Games sebagai keputusan yang tidak rasional dan sangat tidak adil, katanya seperti dilansir kantor berita Mehr.

Iran sebelumnya telah lebih dulu melayangkan protes secara langsung kepada Presiden OCA, Sheikh Ahmed al-Fahad al-Ahmed al Sabah. Saat itu Salehi yang menemui Sheikh Ahmed menanyakan tentang keberadaan pencak silat di Asian Games.

Di Asian Games tuan rumah panen emas dari cabang pencak silat dengan perolehan 9 dari 16 medali emas yang tersedia. Dengan pencapaian tersebut Indonesia mencatat rekor perolehan medali di Asian Games yang kini berjumlah 27 dari sebelumnya 4 medali emas di Asian Games 2014, Incheon.

Akibat banjir medali dari kontingen pencak silat, Indonesia menggeser posisi Iran dari posisi empat di klasemen Asian Games menjadi posisi lima dengan perolehan 17 emas, 16 perak dan 16 perunggu.

Keluhan Iran menambah daftar kontroversi yang mengitari cabang olahraga pencak silat di Asian Games kali ini. Sebelumnya pesilat Malaysia, Mohd. Al-Jufferi Jamari, angkat kaki di tengah pertandingan lantaran frustasi atas penilaian wasit. Dalam laga melawan Koman Hari Adi Putra, itu, ke-lima wasit menempatkan Jufferi kalah 1-4 dibandingkan atlet tuan rumah.

“Pertandingannya tidak adil. Saya tidak bisa menerima ini dan tidak ingin melanjutkan pertandingan,” kata Jufferi yang kemudian melampiaskan amarahnya dengan merusak dinding pembatas di GOR Pencak Silat TMII, Jakarta.

“Kekhawatiran terbesar saya jadi kenyataan,” imbuh Sekretaris Jendral Federasi Nasional Pencak Silat Malaysia (Pesaka), Datuk Megat Zulkarnain Ormadin. “Dua wasit sudah berlaku tidak adil, dari Korea Selatan dan laos. Maka saya suruh Jufferi angkat kaki.”

Meski begitu panitia penyelenggara, Inasgoc, mengatakan Jufferi tidak akan mendapat sanksi atas perilakunya tersebut.

sumber berita

KOMENTAR

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *