Hanya Prabowo Yang Tak Punya Hutang, Ini Tanggapan Aktivis 98

Epicentrum.id – Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) para kandidat yang akan bertarung pada pilpres 2019 telah terferivikasi lengkap. Dari keempat nama calon presiden dan wakil presiden, Sandiaga tercacat sebagai Calon Wakin Presiden dengan hutang terbanyak yaitu sebesar Rp.340 milyar. Sementara hanya Prabowo Subianto satu-satunya yang tercatat tidak memiliki Hutang Piutang.

Pelaporan ini diatur dalam pasal 5 ayat 3 Undang-Undang Nomor 28 tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Negara Yang Bersih Dan Bebas Dari Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme. Juga diatur dalam Peraturan KPK Nomor 7 tahun 2016 yang menyatakan setiap pejabat negara yang sedang menduduki jabatannya di instansi pemerintahan wajib melaporkan LHKPN periodik setiap tahun.

Kemudian diperkuat pada Pasal 5 huruf F Undang-Undang Nomor 42 Tahun 2008 tentang Pemilu, salah satu syarat adalah pasangan capres-cawapres harus melaporkan kekayaannya. Berikut ini catatan dari LHKPN para calon presiden dan calon wakil presiden yang akan bertarung di 2019 mendatang:

Pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin
Sesuai laporan LHKPN, Jokowi tercatat memiliki total kekayaan senilai Rp.50,2 milyar. Nilai kekayaan utama bersumber dari kepemilikan tanah dan bangunan senilai Rp.43,8 miliar. Selain itu Jokowi juga memiliki utang sebesar Rp.1,192,972,916.

Sedangkan Calon Wakil Presiden KH.Ma’ruf Amin tercatat memiliki total nilai kekayaan sebesar Rp.427 juta. Aset utamnya adalah tanah dan bangunan. Selain itu Ma’ruf juga tercatat memiliki utang berupa pinjaman barang total Rp.71 juta dan pinjaman uang Rp.72 juta.

Pasangan Prabowo-Sandiaga
Total harta kekayaan Prabowo yang dilaporkan adalah sebesar Rp1.952.013.493.659. Harta Prabowo paling banyak berasal dari surat berharga dengan nilai total Rp 1.701.879.000.000 atau Rp 1,7 triliun. Prabowo adalah satu-satunya yang tidak memiliki hutang.

Sementara pasangan Prabowo, Sandiaga Uno memiliki total kekayaan senilai Rp.5,09 Triliun. Sumber utama kekayaan Sandiaga berasal dari kepemilikan surat berharga senilai Rp 4.707.615.685.758. Selain itu, Sandiaga juga tercatat memiliki utang sebesar Rp.340.028.135.379.

Tanggapan Aktivis 98
Menurut Wahab Talaohu Aktifis 98 yang juga salah satu inisiator Rembuk Nasional Aktivis 98 menyatakan laporan LHKPN punya dua fungsi utama yaitu sebagai alat kontrol publik dan pencegahan korupsi.

“Berdasarkan data LHKPN, publik dapat memberi penilaian mana kandidat yang jujur atau bohong, yaitu dengan ferivikasi data LHKPN dengan aset riil kekayaan. Selain itu fungsi kedua adalah mencegah penyalahgunaan kewenangan dan tindakan korupsi” Kata Wahab.

Wahab memberi catatan tentang LHKPN Prabowo Subianto yang dinilainya perlu dikritisi. Karena menurutnya sebagai sorang pelaku usaha (Bisnis) tentu punya catatan hutang-piutang.

“Hutang-Piutang dalam bisnis itu wajar. Prabowo kan dikenal punya beberapa lini bisnis. Sandiaga yang hartanya sudah triliunan masih punya catatan hutang. Maka lembaga berwenang seperti KPK atau publik dapat melakukan ferivikasi untuk mengecek keabsahan laporan LHKPN tersebut. Jangan sampai fiktif atau ada unsur pembohongan publik atau kesengajaan untuk mengelabui penyelenggara negara”, Terang Wahab.

Menurut Wahab bila di LHKPN tidak mengakui adanya hutang sementara bila pada faktanya yang bersangkutan memiliki catatan hutang, maka dapat dikategorikan sebagai sebuah pelanggaran hukum. Karena secara sadar membohongi publik dan penyelnggara negara.

KOMENTAR

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *