Manohara Odelia Pinot, Dari Permaisuri Sultan Kelantan Hingga Siap Menuju Senayan

(Photo/Kapanlagi.com)

Epicentrum.id, Jakarta – Nama aktris dan model Manohara Odelia Pinot sempat menjadi pembicaraan pada 2009 lalu. Hal itu lantaran konflik rumah tangganya bersama Tengku Muhammad Fakhry Petra, putra ketiga Sultan Kelantan Malaysia.

Kala itu, model berdarah campuran Amerika dan Indonesia tersebut dikabarkan mendapat kekerasan dalam rumah tangga. Tak tahan dengan perlakuan itu, ia lantas melarikan diri ke Indonesia dan berlindung di rumah orang tuanya.

Setelah tidak ada lagi masalah terkait kasus kekerasan yang menimpanya, perempuan berusia 26 tahun itu terjun ke dunia hiburan. Pada 2009, ia main sinetron berjudul ‘Manohara’ yang diproduksi ole SinemArt. Di sinetron tersebut, Manohara beradu akting dengan Dude Harlino, Dewi Yull, Oka Antara, Marissa Nasution, Jessica Mila, dan Anwar Fuady.

Sesudah sinetron itu tamat pada 29 September 2009, perempuan bernama lengkap Manohara Odelia Pinot ini, kembali bermain dalam beberapa judul sinetron, seperti ’Supergirl’ dan ‘Perempuan Pembawa Berkah’ yang tayang pada 2011.

Setahun kemudian, Manohara tak hanya bermain sinetron, tapi ia juga terlibat dalam film layar lebar. Ia bermain dalam film ‘Lo Gue End’ yang tayang pada 2012.

Kala itu, Manohara merasa senang lantaran diberi kesempatan untuk bermain dalam film layar lebar. Keputusannya menerima tawaran main di film ‘Lo Gue End’ bukan hanya dari segi cerita.

“Kenapa tertarik ambil dan main, (karena) tokohnya realistis,” kata Manohara.

(Photo/Kapanlagi.com)

Dua tahun kemudian, Manohara kembali bermain di dua judul film, yakni ‘Aku Cinta Kamu’ dan ‘Me & You vs The World’. Setelah itu, ia tak muncul lagi di film layar lebar.

Lama tak terdengar kabar di dunia hiburan, Manohara ternyata menggeluti bidang lain. Ia menjalani kehidupan sebagai seorang pebisnis.

“Aku lagi fokus bangun perusahaan. Ada dua bisnis yang saat ini aku jalani, yaitu travel yang sudah berjalan enam tahun dan publishing yang baru berjalan dua tahun,” ujar Manohara di kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat, pada Februari 2017.

Manohara memutuskan berbisnis karena ajakan dari keluarganya yang telah menggelutinya terlebih dahulu “Aku diajakin sama om aku, kebetulan kan beliau di dunia publishing sudah 13 tahun, terus bikin perusahaan baru, kemudian mengajak saya, dan ada partner satu lagi,” tuturnya.

(photo/istimewa)

Kerinduan dirasakan oleh Manohara untuk kembali terjun ke dunia hiburan. Karena itu, ia tidak menyia-nyiakan kesempatan ketika memperoleh tawaran untuk turut bermain di film ‘EL’, yang tayang pada 9 Mei lalu. Di film yang diproduksi MVP Pictures tersebut, Manohara berperan sebagai seorang psikiater.

Perannya memang tak banyak di film ‘EL’. Ia cuma menjadi cameo. Kendati demikian, hal itu tak jadi masalah baginya. Sebab, yang terpenting baginya adalah bisa kembali ke dunia hiburan.

Manohara memutuskan menerima tawaran bermain di film itu karena ceritanya yang bagus. “Saya enggak mau melewatkan kesempatan untuk main dalam sebuah proyek film dengan cerita dan pemain sebagus di film ini. So, meski cameo saya senang sekali bisa bermain di film ini,” ucapnya di kawasan Thamrin, Jakarta Pusat.

(photo/medcom)

Kini, pemain sinetron ‘Anugerah Cinta’ itu mencoba peruntungan untuk terjun ke dunia politik. Ia mencalonkan diri menjadi anggota legislatif di Pileg 2019. Nasdem menjadi partai yang Manohara pilih guna mewujudkan keinginannya menjadi seorang anggota legislatif.

Mulanya, Manohara enggan untuk nyaleg. Tapi, setelah mengikuti sekolah politik yang dibuat Nasdem, ia merasa bahwa visi dan misi partai tersebut cocok dengan dirinya.

Hopefully bisa masuk Komisi IV dalam kehutanan kesehatan, jadi my passion bisa masuk ke dalam politik,” kata Manohara saat ditemui di kawasan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, baru-baru ini.

Pada saat mengikuti kursus politik, membuat Manohara belajar banyak hal dan memberinya kesempatan untuk menjalani minatnya. Ia mengaku memiliki passion untuk melestarikan lingkungan. Salah satu hal yang ingin Manohara hentikan adalah aksi Topeng Monyet, karena dianggap sebagai penyiksaan bagi hewan.

“Kita ditanya maunya apa, passion-nya apa. Aku sendiri passion-nya di lingkungan, jadi mau sosialisasi soal sampah. Sekarang kan banyak yang bakar sampah di kota, 54 persen kalau enggak salah. Di pedesaan masih 88 persen yang bakar sampah dan itu sangat-sangat bahaya buat kesehatan. Jadi, itu yang pengin saya sosialisasikan,” tandas Manohara. [Kumparan]

KOMENTAR

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *