Saudi Langsung Usir Dubes Kanada Setelah Kedua Negara Berhentikan Hubungan Diplomatiknya

Pemandangan Temaram Pegedungan Kota Riyadh, Arab Saudi. Kamis 20 juli 2018. (Photo/GulfNews)

Epicentrum.id, Jakarta – Pemerintah Arab Saudi mengusir duta besar Kanada dan memanggil pulang duta besarnya di negara itu serta membekukan hubungan bisnis dengan Ottawa.

Langkah yang diumumkan Senin (6/8) ini dipicu oleh langkah yang disebut Riyadh “campur tangan” atas masalah dalam negeri.

Pemerintah Arab Saudi mengambil langkah ini setelah Kanada berulang kali meminta agar para pegiat hak asasi manusia yang baru-baru ini ditahan segera dibebaskan.

“Kerajaan Arab Saudi…tidak akan menerima campur tangan atas masalah dalam negeri atau penerapan aturan dari negara manapun,” ucap kementerian luar negeri negara itu di akun Twitternya.

“Kerajaan mengumumkan pemanggilan pulang duta besar di Kanada untuk konsultasi.”

Kementerian dalam negeri mengatakan duta besar Kanada untuk Riyadh memiliki waktu 24 jam untuk meninggalkan negara itu.

Selain itu, diumumkan juga langkah “membekukan seluruh transaksi komersial dan investasi baru” dengan Ottawa.

Langkah ini diambil setelah kedutaan besar Kanada di Riyadh mengatakan “sangat prihatin” dengan serangkaian aksi penangkapan yang baru dilakukan terhadap para pegiat hak asasi manusia di wilayah kerajaan itu.

Salah satu yang ditangkap adalah pegiat hak asasi manusia Samar Badawi.

“Kami mendesak pemerintah Arab Saudi segera membebaskan mereka dan seluruh pegiat hak asasi manusia lainnya,” bunyi pernyataan kedutaan besar Kanada di akun Twitternya yang diunggah Jumat (3/8).

Kementerian luar negeri Arab Saudi mengemukakan kemarahan atas pernyataan pihak Kanada ini.

“Sangat disesalkan kata “pembebasan segera’ digunakan dalam pernyataan pemerintah Kanada…Hal ini tidak bisa diterima dalam hubungan antar negara,” kata kemenlu Arab Saudi.

Badawi ditangkap bersama Nassima al-Sadah minggu lalu, mereka “korban paling baru dari aksi pemerintah terhadap gerakan hak perempuan yang tidak pernah terjadi sebelumnya”, kata kelompok Human Rights Watch.

Penangkapan ini dilakukan beberapa minggu setelah puluhan pegiat hak perempuan ditahan dan dituduh membahayakan keamanan nasional serta bekerja sama dengan musuh negara. Sebagian dari pegiat hak perempuan Arab Saudi ini telah dibebaskan. (cnnindonesia)

KOMENTAR

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *