“Sampah Sampah Dunia Maya” Refleksi Ello Terhadap Mereka Yang Sembunyi Dibalik Media Sosial

Marcello Tahitoe. (photo Detik)

Epicentrum.id, Jakarta – Setelah sekian lama,Marcello Tahitoe atau Ello kembali ke dunia musik lewat single terbarunya, ‘Sampah Sampah Dunia Maya’. Masih mengusung rock, single terbarunya ini juga masih menghadirkan permainan distorsi gitar dan lirik yang apa adanya.

Mengutip keterangan dari kumparan, Ello hanya menghabiskan waktu satu hari untuk menggarap ‘Sampah Sampah Dunia Maya’. Ello bersama band-nya, Enos Martyn, Arden Wiebowo, dan Robby Wahyuda memproduksi sendiri lagu ini. Sedangkan untuk mixing dan mastering, pelantun ‘Aku Ada di Belakangmu’ ini dibantu oleh Stephan Santoso.

Ada alasan kenapa Ello menggandeng tiga temannya untuk menggarap lagu ini. Menurut Ello, karena mereka selalu bersama setiap manggung, pria berumur 35 tahun itu memutuskan untuk menggandeng ketiga temannya saat membuat lagu ‘Sampah Sampah Dunia Maya’.

“Karena kita main di panggung bareng, jadi kali ini proses rekamannya kita bikin bareng berempat saja,” ujarnya.

‘Sampah Sampah Dunia Maya’ adalah teriakan kejujuran dari dalam hati Ello tentang dunia digital saat ini, terutama dari media sosial. Ello melihat banyak orang yang menggunakan media sosial tidak sesuai fungsinya. Karena itulah, lahir hoax, kebencian, dan provokasi di media sosial.

marcello Tahitoe , (Photo/Bintang)

Sesuai dengan penggalan lirik ‘Sampah Sampah Dunia Maya’, Ello mengecam mereka yang bersembunyi dengan mengatasnamakan media sosial. “Sampah-sampah dunia maya harus dimusnahkan selamanya, biarkan aku hidup tenang, jauh dari kalian semuanya.”

Ello sudah berkarier di industri musik sejak 2005. Dia sudah menelurkan lima album, yakni ‘Ello’, ‘Ello (Repackaged)’, ‘Realistis/Idealis’, ‘Taub Mumu’, dan ‘Jalur Alternatif’.

Ello. (Photo/Detik)

Karier Ello di dunia musik sempat terhenti tahun lalu. Penyanyi ‘Masih Ada’, ini diamankan Satnarkoba Polres Metro Jakarta Selatan karena karena kedapatan memiliki narkoba jenis ganja dengan berat kurang dari lima gram. Ello ditangkap di kompleks perumahan Griya Kecapi, Jagakarsa, Jakarta Selatan, pada 6 Agustus 2017 sekitar pukul 01.00 WIB.

Setelah menjalani assessment dan melewati beberapa sidang, Ello yang awalnya menjadi tahanan Polres Metro Jakarta Selatan, dipindahkan ke RSKO Cibubur, Jakarta Timur. Pada 16 Januari lalu, majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan memberikan vonis berupa sembilan bulan rehabilitasi kepada Ello. [Kumparan]

 

KOMENTAR

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *