Inasgoc Akan Persiapkan Pergerakan Massa Antisipasi Kekhawatiran Tiket Asian Games Mahal

Wapres Jusuf Kalla beserta Menko PMK Puan Maharani, Menpora Imam Nahrawi, Menteri PUPR Basuki, Gubernur DKI Jakarta, CdM Asian Games untuk Indonesia Komjen Syafruddin, Ketua KONI Tono Suratman dan Ketua Inasgoc Erick Thohir dalam konferensi pers di Media Center SUGBK, Jakarta, Jumat (3/8/2018). (Photo/Beritagar.id)

Epicentrum.id, Jakarta – Panitia Penyelenggara Asian Games 2018(INASGOC) mengaku tak khawatir venue pertandingan bakal sepi lantaran harga tiket nonton yang dianggap terlalu mahal.

Deputi II Bidang Administrasi Pertandingan INASGOC Francis Wanandi mengatakan timnya sudah menyiapkan pergerakan massa untuk meramaikan venue-venue pertandingan di berbagai cabang olahraga.

INASGOC akan bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dan Sumatera Selatan untuk menggandeng Dinas Pendidikan mendatangkan massa dari pelajar.

“Ini sekaligus mendidik anak-anak kita tentang kegiatan olahraga, mereka bisa datang setiap saat, gratis. Nanti Pemprov yang atur sistemnya. Apa diberikan ke murid berprestasi atau sekolah-sekolah tertentu atau klub-klub olahraga. Mereka (Pemprov) yang menggerakkan, kami tugasnya menyediakan tiket,” kata Francis Wanandi

Selain itu, Francis juga menyebut telah bekerja sama dengan semua federasi cabang olahraga untuk membawa penonton. Sebab, kata Francis, federasi juga diberikan tanggung jawab untuk mengerahkan penonton di masing-masing cabornya.

“Ayo dong nonton, atlet yang bertanding membutuhkan dukungan moral dari penonton, masyarakat Indonesia karena itu bisa membantu meningkatkan prestasi mereka. Kami harapkan nasionalismenya juga ada.”

Tak sekadar menonton pertandingan, Francis mengatakan banyak pelajaran yang bisa didapat dengan datang langsung ke venue. Terlebih, Asian Games bukan hanya pesta untuk para atlet semata, tapi juga untuk seluruh masyarakat Indonesia.

“Kita tunjukan masyarakat Indonesia sudah siap menyambut Asian Games dengan antusias dengan datang ke stadion ikut partisipasi dukung atlet nasional maupun tamu-tamu kita,” ucap Francis.

INASGOC Libatkan Agen Luar Negeri Untuk Jual Tiket Asian Games

INASGOC baru mengeluarkan jadwal resmi pertandingan pada 1 Agustus lalu sehingga belum dapat direkap jumlah tiket terjual sampai saat ini.

“Kalau untuk tiket pembukaan syukur sudah terjual lebih dari 50 persen lebih per hari ini. Kalau cabor masih ada beberapa jadwal pertandingan baru masuk dua hari yang lalu jadi kita memang masih banyak menunggu.”

“Tapi cabang populer yang sudah dipesan itu seperti sepak bola, basket, voli, bulutangkis, renang,” ucap Francis, Kamis (2/8/2018).

Jakarta International Velodrome Rawamangun. (photo/suara.com)

Semua tiket dijual secara online di situs kiostix. Harga tiket pun bervariasi untuk masing-masing cabor mulai dari Rp75 ribu sampai termahal Rp1,5 juta.

Sebut saja untuk cabor sepak bola, penonton yang membayar Rp75 ribu bisa mendapatkan tiket kategori B dan Rp500 ribu di VIP khusus babak penyisihan grup.

Masuk ke babak 16 besar harga tiket semakin meningkat, tiket termurah dibanderol Rp100 ribu dan termahal Rp750 ribu. Begitu juga saat memasuki laga perempat final sampai final yang harga tiket termahalnya mencapai Rp1,5 juta.

Untuk bisa meningkatkan jumlah penjualan tiket, INASGOC juga bekerja sama dengan agen tiket dari luar negeri. Ini dilakukan untuk memperluas pendistribusian tiket serta mempermudah publik untuk membeli tiket.

“Misalnya di Jepang ada Panorama jadi mereka yang menjual tiket untuk kita. Ada StarHub yang jual tiket di luar negeri untuk berbagai negara.”

“Di Indonesia bisa ke Kiostix. Tamu luar negeri mau ke Kiostix silahkan, tapi agen-agen luar negeri kan lebih dikenal dari pada Kiostix jadi kita coba menyebar agen-agen lain untuk distribusi tiketnya,” ucap Francis.

Tak sampai disitu, INASGOC juga mengaku telah bekerja sama dengan pihak kedua, seperti bank-bank nasional. Nantinya, tiket itu masuk dalam paket promo bundling perusahaan yang menyalurkannya kepada masing-masing nasabah.

“Selain Bank, kita juga ada di Alfamart, Samsung Pay, Telkomsel yang kita libatkan dalam penjualan tiket ini. Ini tujuannya untuk mempermudah masyarakat membeli tiket. Jadi channeldistribusinya lebih banyak,” terangnya.

 

KOMENTAR

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *