Enam Orang Terduga Penyerangan Presiden Nicolas Maduro Berhasil Diamankan Otoritas Venezuela

Sejumlah Tentara Venezuela berhamburan ditengah pidato dalam sambutan Presiden Nicolas Maduro pada peringatan hari ulang tahun angkatan bersenjata. (photo/bbcnews)

Epicentrum.id, Jakarta – Otoritas dan Aparat Venezuela menangkap enam orang yang diduga terlibat upaya pembunuhan Presiden Nicolas Maduro dengan drone berpeledak. Peristiwa itu terjadi ketika Maduro berpidato di atas panggung, di hadapan barisan para tentara.

Diberitakan Reuters yang mengutip Menteri Dalam Negeri Venezuela Nestor Reverol pada Minggu (5/8), para pelaku meluncurkan dua drone atau pesawat nirawak kecil yang terikat bom ke arah panggung pidato Maduro di pusat kota Caracas.

Satu drone berhasil dijatuhkan oleh pasukan keamanan, sementara drone lainnya jatuh sendiri dan meledak setelah menabrak apartemen. Para tentara langsung berhamburan menyelamatkan diri, sementara para pengawal melindungi Maduro dengan tameng anti peluru.

Menurut Reverol, ini adalah tindak terorisme. “Tindakan teroris ini adalah tamparan di wajah bagi Presiden Republik Nicolas Maduro yang menginginkan rekonsiliasi dan dialog,” kata Reverol.

Tujuh orang terluka dalam peristiwa ini. Maduro mengatakan ini adalah upaya pembunuhan terhadap dirinya untuk semakin memperkeruh kondisi perekonomian Venezuela.

Tidak disebutkan identitas para pelaku. Namun salah satu dari mereka pernah ditahan atas penyerangan pangkalan militer pada 2017 yang menewaskan dua orang. Peristiwa ini mengalami protes anti pemerintah Maduro selama empat bulan, menewaskan ratusan orang.

Pasukan Pengamanan Presiden Venezuela memberikan perlindungan kepada Nicolas Maduro setelah adanya upaya serangan drone. (photo/Tempo.co)

Terduga pelaku lainnya adalah aktivis anti-Maduro yang menggelar protes pada 2014 namun dibebaskan. Tidak diketahui para terduga pelaku lainnya.

Sebelumnya kelompok perlawanan “Gerakan Nasional Tentara T-shirt” melalui situsnya telah mengklaim melakukan serangan tersebut. Klaim mereka sesuai dengan pernyataan Reverol soal dua drone yang digunakan dalam serangan.

Maduro sebelumnya telah menuding pemerintah Kolombia yang mendalangi upaya pembunuhan dirinya untuk menjatuhkan pemerintahan Venezuela yang sah. Hal ini dibantah oleh pemerintahan Presiden Kolombia Juan Manuel Santos. Amerika Serikat juga membantah terlibat dalam peristiwa ini.

KOMENTAR

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *