Jimly Asshiddiqie Usulkan di DPR Cukup Tiga Komisi Saja

Epicentrum.id – Mantan ketua Mahkamah Konstitusi (MK) prof Jimly Asshiddiqie meminta DPR hanya memiliki tiga komisi, sebab 11 komisi yang dimiliki saat ini tidak efisien.

Selain itu, agar tugas pokok dan fungsi DPR itu berjalan baik, Jimly mengusulkan ke depan, komisi DPR cukup dibagi menjadi tiga sesuai Tupoksi-nya. Yaitu, komisi legislasi (UU), komisi anggaran (budget), dan pengawasan.

Hal itu disampaikan Jimly dalam dialektika demokrasi ‘Kinerja Legislasi DPR’ bersama Wakil Ketua DPR Utut Adianto (FPDIP), Zainuddin Amali dan Anton Sihombing (Golkar).

“Hanya sub-sub komisinya yang ditambah. Selanjutnya produk UU itu tinggal disinkronkan dengan program anggaran, dan dalam pelaksanaannya harus diawasi oleh DPR,” kata Jimly di Kompleks Parlemen, Senayan,  Kamis (2/8).

Zainuddin Amali mendukung pembahasan khusus legislasi tersebut agar konsentrasi menyelesaikan UU. Pembahasannya pun akan lebih baik dan selalu dihadiri oleh pemerintah dan DPD RI. “Kami setuju di DPR ada komisi khusus yang membahas legislasi. Sehingga kita tidak terjebak pada kuantitas,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu Jimly mengatakan, agar tidak perlu kesal bila  produk undang-undang (UU)-nya digugat (judicial review) ke MK. Sebab, cukup MK yang menghadapi sekaligus menjelaskan UU itu pada masyarakat.

“Jadi, DPR tak perlu marah-marah kalau produk UU nya digugat ke MK, karena kewajiban MK untuk menjelaskan pada masyarakat,” tegas Jimly.

Menurut pakar hukum tata negara itu, tidak semua UU yang digugat ke MK itu buruk. Yang penting proses politik dalam pembuatan UU itu sendiri tidak menyimpang dari prosedur yang sudah ditetapkan. Misalnya dengan melibatkan pemerintah dan DPD RI.

Jimly mengakui jika saat ini di seluruh dunia sedang mengalami de-institusionalisasi. Karena itu instansi negara harus terus-menerus membangun kepercayaan dan citra yang baik pada masyarakat. Termasuk DPR RI.

“Saya apresiasi Ketua DPR RI saat ini sudah berusaha membangun kinerja dan citra yang baik dengan sering berkomentar pada media dan membuat catatan sendiri di media sosial,” kata Jimly. [Sumber]

 

KOMENTAR

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *