Rusia Lirik Tank Boat Antasena, Alutsista Canggih Buatan Indonesia

Epicentrum.id – Indonesia makin menunjukkan kemampuannya sebagai negara produsen alat utama sistem persenjataan. Kini ada Antasena, kapal tank boat canggih yang bisa menjadi salah satu senjata andalan untuk TNI AL atau Marinir dalam pertempuran.

Persis seperti tank baja, tetapi mampu bermanuver dengan gesit di perairan bak kapal patroli.

Antasena, dibuat di Banyuwangi selama hampir satu tahun, berkat kerjasama PT Lundin Industry Invest dengan PT Pindad. PT Lundin kebagian menggarap kapalnya, Pindad mengurusi persenjataan Antasena.

Nama Antasena diambil oleh tokoh mitologi pewayangan yang mampu bertarung di air. Selain itu, tokoh Antasena merupakan tokoh pewayangan yang kebal terhadap segala jenis senjata. Antasena merupakan tank boat pertama di dunia.

Antasena terbuat dari komposit dengan platform kapal catamaran (double hull). Panjang total 18 meter dengan berbekal mesin diesel buatan MAN, Antasena mampu melaju hingga kecepatan 40 knots dari perairan dangkal sekitar 1 meter hingga laut lepas.

Platform tempur ini juga memiliki bekal persenjataan lain seperti Remote Control Weapon System (RCWS) dengan kaliber 7.62 milimeter dengan sistem nadir dan navigasi canggih.

PT Pindad tak main-main menggarap tank boat ini. Untuk senjata utamanya dipasang meriam 105 mm. Cukup bertenaga untuk menghancurkan kapal-kapal musuh atau perompak.

“Jadi, ini memang produk baru yang belum pernah ada di dunia. Kapal tank ini dilengkapi canon kaliber 105 mm yang pas diajak berakselerasi dan menghancurkan kapal musuh,” ujar Dirut PT Pindad Abraham Mose.

Menteri Pertahanan (Menhan) Jenderal TNI (pur) Ryamizard Ryacudu meninjau langsung produksi kapal dan meresmikan prototipe kapal tersebut di PT Lundin, Banyuwangi. Ryamizard mengaku puas dengan kapal tersebut.

“Hasilnya sangat baik, sangat membanggakan. Bangsa kita mampu membuat kapal bagus, bahkan sudah banyak dipesan negara lain,” ujarnya.

Salah satu pemesannya, kata Ryamizard, adalah Rusia. “Kami targetkan tahun depan kapal sudah bisa dioperasikan. Kapal ini nanti dioperasikan di wilayah yang daerahnya memiliki banyak sungai dan rawa, seperti Kalimantan dan Papua,” imbuhnya. [Sumber]

 

KOMENTAR

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *