Misbakhun: Politisi Tangguh Diuji, Bukan Matang Dikarbit

M. Misbakhun/Net

Epicentrum.id – Seorang politisi harus punya sikap politik dan pemikiran. Merintis setiap jengkal karir politik dengan kapasitas diri dan usaha. Sebab politisi bukan rantang ransum yang harus ditenteng kemana-mana buat ditawarkan sebagai alat bargain politik.

Demikian disampaikan politisi muda Partai Golkar M. Misbakhun lewat akun Twitter @MMisbakhun, Kamis (26/7).

“Jagad politik Indonesia akan diramaikan oleh sebuah realita; menampilkan dirinya sebagai pemimpin muda tapi kemana-mana ditenteng seperti rantang oleh bapaknya. Menampilkan sebagai alternatif bagi para milenial bawaannya pakai baret kayak bapaknya. Apa baret akan jadi simbol politisi milenial?” tulis Misbakhun.

Misbakhun tidak secara spesifik menyebutkan siapa politisi milenial yang dia maksud. Namun ramai di media, nama politisi muda Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) disebut-sebut berpotensi menjadi calon wakil presiden mendampingi Prabowo Subianto.

Menurut anggota DPR RI itu, survei dan opini bisa dibangun lewat media. Uang punya peran. Sementara kapasitas diri dan kepemimpinan lahir lewat ujian dan terpaan serta tempaan masalah yang terselesaikan waktu demi waktu.

“Politisi tangguh diuji. Bukan ditenteng seperti rantang bawaan,” ujar Misbakhun.

Jadi pemimpin tanpa melewati ujian ibarat buah mateng hasil karbitan. Bentuknya bagus rasa kecut. Apalagi buah yang dikarbit masih belum waktunya dipetik.

“Hukum besi demokrasi akan menghukum politisi karbitan seperti rantang bawaan lewat perolehan suara yang rendah,” sebutnya.

Ditambahkan Misbakhun, posisi politik di internal bisa dicapai cepat lewat tangga akselerasi keturunan. Tidak dengan posisi jabatan publik lewat kontestasi.

“Daya terima publik atas figur, kerja tim sukses, jaringan dan rekam jejak ikut menentukan. Kualitas dan kapasitas diuji disana,” tutupnya. [Sumber]

KOMENTAR

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *