Natalius Pigai: Ali Mochtar Ngabalin Bukan Berdarah Papua

Epicentrum.id – Selama ini, Tenaga Ahli Utama Kedeputian IV Kantor Staf Presiden Ali Mochtar Ngabalin dikenal dan kerap memperkenalkan diri sebagai seorang putra Papua.

Perawakan wajah, warna kulit, dan dialek bicaranya membuat orang-orang tak ragu dengan pengakuan itu. Lahir dan besar di Fakfak, Papua Barat, mempertegas jati dirinya sebagai pria Papua.

Namun, Aktivis kemanusiaan asli Papua, Natalius Pigai secara tegas mengatakan jika bekas politikus Partai Bulan Bintang itu bukan berdarah Papua, apalagi asli Papua.

“Ali Mochtar Ngabalin bukan berdarah Papua, apalagi asli Papua. Dia (Ali Ngabalin) berdarah Arab-Maluku Tenggara besar di Fakfak,” tulis Natalius Pigai di akun Facebook miliknya, Minggu (22/7/18).

Disampaikan Pigai, orang asli Papua sejak kecil selalu diajarkan konsisten, antara hati, kata, dan perbuatan. Orang asli Papua, kata dia, juga diajarkan tidak boleh menipu, munafik, dan penjilat.

“Karena itu jijik dan memalukan harga diri Bangsa Papua,” kata mantan Pimpinan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) itu.

Dirinya mengatakan, salah seorang putra asli papua, yakni politikus Partai Golkar, Yorrys Raweyai. Meski kerap dihantam di partainya, Yorrys tetap setia, dan menjaga harga diri Bangsa Papua.

“Yorrys Raweyai seorang putra asli Papua, darah Bangsa Melanesia. Sejak kecil kami menyaksikan dihantam di Partai Golkar, namun hingga detik ini tetap setia kepada partainya, dia tunjukan menjaga diri Bangsa Papua. Dialah Yorrys, putra asli Papua,” kata Pigai.

Pernyataan Pigai pun mengkonfirmasi soal karir politik Ngabalin. Berdasarkan penelusuran redaksi telusur.co.id, pada Pemilihan Umum Legislatif (Pileg) 2004, Ngabalin terpilih sebagai anggota DPR dari Daerah Pemilihan Sulsel II lewat Partai Bulan Bintang (PBB).

Sayangnya, kebersamaan dengan partai berasas Islam itu tak bertahan lama menyusul kegagalan PBB memenuhi ambang batas masuk parlemen pada Pileg 2009. Setahun berselang, Ngabalin berlabuh ke Partai Golkar yang lebih mapan di percaturan politik negeri ini.

Bertiketkan partai warisan Orde Baru itu, Ngabalin kembali maju dalam Pileg 2014. Dia bertarung di Dapil Sulsel III dengan nomor urut 4. Apes, Ngabalin tidak bisa mendapatkan suara terbanyak di daerah basis Golkar itu.

Gagal ke Senayan, Ngabalin di Golkar pelan-pelan semakin kuat. Bila pada 2014 dia masih dianggap anak kos dan mendapatkan nomor urut calon anggota legislatif (caleg) medioker, tidak demikian dengan kontestasi tahun depan. Ketua Umum Badan Koordinasi Mubalig Indonesia (Bakomubin) itu diberi keleluasaan untuk menentukan sendiri medan pertarungan nyaleg.

Bukan Sulsel, Ngabalin memutuskan berangkat dari Dapil Sulawesi Tenggara. Nomor urutnya pun merangkak naik dua setrip, di bawah politisi senior sekaligus Ketua DPD I Golkar Sultra, Ridwan Bae. source

KOMENTAR

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *