Lewat NasDem, Gubernur Kaltim Ikut Maju Jadi Caleg DPR RI pada Pemilu 2019

Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak (Foto: Yuvita/ Humas Pemprov Kaltim)

 

epicentrum.id – Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Awang Faroek Ishak menyatakan dirinya maju sebagai calon legislatif (Caleg) untuk DPR RI daerah pemilihan (dapil) Kaltim, pada Pemilu Legislatif (Pileg) 2019 mendatang. Gubernur dua periode ini maju melalui Partai Nasional Demokrat (NasDem).

Nama Awang Faroek pun sudah didaftarkan oleh Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Nasdem kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI. Awang Faroek mendapatkan nomor urut istimewa dari Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Nasdem Kaltim.

“Nomor 1 dapil Kaltim. Target kami untuk DPR RI dua kursi,” kata Ketua DPW Partai Nasdem Kaltim, Harbiansyah Hanafiah saat ditemui di kantor KPU Kaltim usai mendaftarkan bakal caleg DPRD Provinsi Kaltim, Samarinda, Senin (16/7) lalu.

Kabar majunya Awang Faroek dalam bursa caleg ini sendiri sudah berembus di kalangan wartawan beberapa waktu lalu. Kala itu, Awang Faroek dicecer terkait hal ini, namun masih enggan mengakuinya. Ia berjanji akan memberikan keterangan pada saatnya nanti.

Namun saat merayakan hari anak nasional bersama anak-anak disabilitas di Lamin Etam, Samarinda, Sabtu (21/7), Awang Faroek, akhirnya blak-blakan soal pencalonannya tersebut kepada wartawan. Ia membenarkan telah mendaftarkan diri menjadi caleg DPR RI dapil Kaltim melalui Partai NasDem.

“Ya, saya maju sebagai anggota DPR RI melalui Nasdem,” katanya. Di partai NasDem, Awang Faroek bukanlah nama baru. Dia merupakan Ketua Dewan Penasehat DPW Partai NasDem Kaltim.

Gubernur Kaltim Awang Faroek didampingi istri, menerima potongan kue dari anaknya, Donna Faroek saat acara Hari Anak Nasional, Sabtu (21/7) (Foto: Yuvita/Humas Pemprov Kaltim)

Lebih lanjut Awang membeberkan alasan pencalonannya tersebut. Usai jabatannya sebagai gubernur yang habis pada Desember nanti, Faroek mengaku awalnya berkeinginan pensiun dari dunia politik. Hanya saja, ada dorongan dari sekelompok masyarakat yang menginginkan dirinya untuk tetap memperjuangkan kepentingan rakyat.

“Berjuang itu tidak harus jadi Gubernur. Makanya saya akan tetap berjuang untuk menyejahterakan rakyat. Nanti kan tinggal Pak Isran (Gubernur terpilih dalam Pilgub Kaltim 2018, Red.) yang melanjutkan pembangunan Kaltim,” ungkap Awang Faroek.

Dia menyatakan, rencana ini sudah dikonsultasikan sebelumnya kepada Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Dalam hal ini Awang Faroek masih menunggu jawaban dari Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo perihal status gubernur-nya tersebut. “Saya sudah menyerahkan semua persyaratan ke Kemendagri. Jadi nanti terserah mereka saja. Kalau pun harus ditunjuk Plt (Pelaksana Tugas) gubernur ya tidak masalah,” imbuhnya.

Masa jabatan Awang Faroek sebagai gubernur Kaltim akan berakhir pada Desember 2018 mendatang. Setelah Wakil Gubernur Kaltim, Mukmin Faisjal meninggal dunia 2017 silam, Awang Faroek memimpin Pemprov Kaltim seorang diri tanpa wakil. Ia dibantu oleh Plt Sekda Meiliana.

Awang berkeyakinan Kemendagri akan merestui langkahnya, dengan menunjuk Plt dari pejabat Kemendagri atau hanya dengan penunjukan Sekda definitif. “Yang pasti selagi saya menyiapkan untuk pelantikan Pak Isran, tidak ada masalah karena nanti akan ada Sekda definitif yang melanjutkannya,” tandasnya.

sumber berita

KOMENTAR

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *