LIPI: Sebut Partai Mirip Event Organizer, Banyak Caleg Kutu Loncat

Epicentrum.id – Pasca ditutupnya pendaftaran calon legislatif (caleg), terungkap jika banyak kader partai yang memilih hijrah ke partai lain. Situasi itu lantas memicu anggapan miring. Bahkan pada beberapa kasus, diduga turut melibatkan mahar politik.

Kepala Pusat Penelitian Politik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Syamsuddin Haris menyesalkan terjadinya fenomena pindah-pindah partai ini. Situasi tersebut, kata dia, menandakan rendahnya moralitas politisi Indonesia.

“Sangat memprihatinkan fenomena kutu lobcat itu, sebab menunjukan kualitas moralitas politisi kita itu rendah,” ungkap Syamsuddin di Hotel Atlet Century Senayan, Jakarta Selatan, Kamis (19/7).

Dia menegaskan, banyaknya politisi kutu loncat juga menandakan pragmatisme politik yang luar biasa. Sehingga muncul opini bahwa setiap orang bisa pindah-pindah partai sesuka hati. Padahal hal itu secara etik tidak layak dilakukan.

Lebih jauh Syamsuddin mengatakan, bagi anggota DPR yang pindah partai sudah selayaknya jika dilakukan Penggantian Antar Waktu (PAW). Karena prinsip ideologi kader tersebut tidak jelas.

“Tentu mesti di PAW, itu kan prosedur administrasi. Tapi terlepas dari PAW atau tidak, secara kepatutan ya tidak patut (pindah-pindah partai) kan menjadi tidak jelas komitmen ideologisnya,” sambungnya.

Sementara itu Syamsuddin memandang lebih negatif jika perpindahan kader ke partai lain turut melibatkan mahar politik. Hal itu disebut sangat tidak layak terjadi.

“Kalau itu betul yah isu bahwa caleg-caleg itu pindah parpol dengan nilai transfer dalam hitungan miliar rupiah, bagi saya sangat gila,” tegasnya.

Di sisi lain efek buruk fenomena ini diperkirakan bisa menghasilkan wakil rakyat yang tidak bertanggungjawab ketika terpilih nanti. Selain itu situasi tersebut dianggap sebagai kemunduran sebuah partai politik.

“Partai nggak lebih sebagi EO, even organizer aja, ini kan suatu sideback bagi bangsa kita,” tukas Syamsuddin. [Sumber]

 

KOMENTAR

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *