Tiga Investor Lirik BUMN Leces dan Merpati

merpati dijual

Epicentrum.id – Angin segar bertiup ke dua perusahaan BUMN yang sedang sekarat. Mereka adalah PT Merpati Nusantara Airlines (Persero) dan PT Kertas Leces (Persero). Dua perusahaan merugi ini dikabarkan tengah dilirik oleh sejumlah investor. Mereka bahkan bersedia merestrukturisasi utang dua BUMN itu.
Yang terlibat langsung dalam proses Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) Merpati bilang, perusahaan yang sedang mengincar Merpati adalah PT Intra Asia Corpora. “Dari rapat kreditur di Pengadilan Niaga Surabaya, Senin (16/7/2018) Merpati bilang ada satu perusahaan yang siap jadi investor, yaitu PT Intra Asia Corpora,” bisiknya.
Kontributor mencoba untuk melakukan konfirmasi ke salah satu pengurus PKPU Merpati yakni Alfin Sulaiman. Alfin membenarkan ada satu investor yang siap membeli Merpati. Meski demikian ia enggan menyebutkan kalau investor tersebut adalah Intra Asia.
“Kalau dari laporan ke pengurus, sudah ada mitra strategis dari debitur. Tapi kalau soal siapanya, sepertinya saya tak bisa jawab, itu kewenangan debitur. Yang jelas, mitra strategis ini kata debitur memang punya pengalaman terhadap bisnis maskapai, dan sesuai dengan bisnis debitur,” jelas Alfin, Selasa (17/7/2018).
Menurut Alfin, keterlibatan pengurus PKPU dalam proses pencarian investor bagi Merpati, hanya sebatas pemberian izin bagi Merpati membentuk tim pencari investor. Sisanya merupakan kewenangan Merpati. “Kami mendukung agar debitur mendapatkan mitra strategis, agar proses restrukturisasi dalam PKPU ini berakhir damai,” lanjut Alfin.
Kuasa hukum Merpati Rizky Dwinanto membenarkan adanya investor yang tertarik masuk ke Merpati. “Iya memang ada satu investor, tapi saya belum bisa bilang dari mana, karena ini masih non disclosure. Belum ada kesepakatan, jadi masih back and forth,”ujarnya.
Dari penelusuran, Intra Asia adalah perusahaan yang terafiliasi dengan Asuransi Intra Asia dan PT Cipendawa Agroindustri Tbk. Perusahaan ini sempat terdaftar di bursa dengan kode emiten CPDW. Pada tahun 2005, Intra Asia tercatat telah membeli maskapai Kartika Airlines dari PT Truba.
Upaya mengonfirmasikan hal ini dengan menghubungi telepon Kantor Intra Asia yang beralamat di Wisma Intra Asia, Tebet, Jakarta Selatan. Pegawai Intra Asia bernama Yunita yang menjawab, mengaku tak tahu menahu soal niat Intra Asia membeli Merpati.
“Saya kurang tahu, kebetulan yang incharge sedang tidak ada di kantor. Iya kita satu grup dengan Kartika Airlines, dan Cipendawa, tapi saya kurang tahu juga bisnisnya masih jalan atau tidak,” katanya.
Dilirik tiga investor
PT Kertas Leces (Persero) juga diklaim telah dilirik tiga investor. Plt Direktur Kertas Leces Syarif Hidayat mengatakan, ada tiga investor yang berminat membeli Kertas Leces. “Mereka adalah PT Limeda Internasional, PT Sinar Energi Perkasa, dan satu perusahaan dari Swiss,” ujarnya.
Dari ketiga peminat Leces, Syarif mengatakan, Limeda jadi yang terdepan. Ia bilang pada 25 April 2018, Limeda telah mengirim surat ketertarikannya membeli aset-aset Kertas Leces berupa pabrik kertas yang berada di Probolinggo, Jawa Timur.
Menurut Syarif, hal ini sebagai tindak lanjut dari pertemuan antara Limeda, Kertas Leces, PT Perusahaan Pengelola Aset (PPA) (Persero), dan perwakilan Kementerian BUMN pada 17 April 2018, dan 24 April 2018 di Gedung Sampoerna Strategic Square.
Bahkan pada 27 April 2017 Limeda dan Leces menandatangani nota kesepakatan transaksi jual beli Kertas Leces. Limeda menawarkan untuk membeli Leces dengan nilai sebesar Rp 1 triliun. Dengan ketentuan bahwa pembayaran akan dilaksanakan dalam tiga tahap.
Pertama, sebesar 30% dibayarkan satu bulan setelah adanya kesepakatan, kedua 30% dibayar dua bulan setelah kesepakatan, dan ketiga sebesar 40% dibayar tiga bulan setelah kesepakatan.
Namun kesepakatan ini belum ditindaklanjuti oleh Leces. Syarif bilang, pihaknya masih butuh untuk menyediakan beberapa data terkait aset yang dimiliki oleh Kertas Leces, termasuk appraisal atas nilai perusahaan.
“Belum ada follow up lagi, dari nota kesepahaman tersebut. Limeda awalnya mengirim surat ketertarikan, kemudian bikin MoU agar kami memberikan data,” jelasnya.
Sementara dua investor lain, dikatakan Syarif, belum melangkah sejauh Limeda. Apalagi kedua investor tersebut belum mengajukan penawaran dan menunjukan ketersediaan dana (proof of fund).
Baru Limeda pula yang suddah memberikan bukti ketersediaan dana senilai 800 juta di PT Bank Negera Indonesia Tbk, sisanya belum.
Syarif menambahkan, Grup Sinarmas juga sempat tertarik membeli Kerta Leces, tapi sekarang tidak lagi kembali mengajukan penawaran. “Mereka berminat membeli Leces senilai Rp 330 miliar,” ucapnya.
Sumber

KOMENTAR

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *