Terobosan Baru, Tulang Bengkok Skoliosis Bisa Dikoreksi tanpa Operasi

Skoliosis merupakan kelainan pada rangka tubuh yang berupa lengkungan tulang belakang. Umumnya, skoliosis dengan derajat kurva yang besar, dapat dikoreksi melalui operasi. Tapi dengan kemajuan teknologi, skoliosis kini bisa diatasi dengan terapi nonoperasi.

Dr. dr. Ninis Sri Prasetyowati, SpKFR, konsultan ahli dari Klinik Scoliosis Care, menuturkan bahwa terapi tanpa operasi sebagai harapan baru bagi pasien skoliosis, karena dapat mengoreksi kurva dengan derajat besar.

“Umumnya terapi nonoperasi yang dilakukan yaitu penggunaan brace, exercise, dan latihan fisik dengan alat fisioterapi untuk mengurangi rasa nyeri. Brace sangat berperan mengoreksi kurva, terutama bagi pasien yang memiliki kurva lebih dari 30 derajat dan ditambah melakukan exercise sesuai dengan bentuk kurva, bukan exercise konvensional,” jelas Ninis saat konferensi pers di kawasan Cikini Jakarta, Selasa, 18 Juli 2018.

Ahli fisiologi dan anatomi dari Klinik Scoliosis Care, Labana Simanihuruk, B.Sc menjelaskan, tahapan diagnosa bracing harus dimulai dengan memindai tubuh secara akurat, yaitu melalui alat tiga dimensi menggunakan ‘BraceScan’. ‘BraceScan’ menggabungkan pemindai laser full body 3D, sinar-X, dan foto postur tubuh.

“Setiap brace dirancang khusus untuk individu menggunakan ‘Computer Aided Design’ dan kemudian dibuat dengan ‘Computer Aided Manufacture’ (CAM),” ujar Labana.

Meski waktu perbaikan kurva pada masing-masing pasien bisa berbeda-beda, namun Labana menyebutkan kliniknya memiliki patokan 2 tahun untuk masa perbaikan.

“Kita bermain dengan jangka waktu pemakaiannya,” imbuh Labana.

Untuk kurva di atas 20 derajat dengan usia pasien di bawah 12-14 tahun, brace bisa digunakan pada malam saja sekitar 8-12 jam. Sehingga, tidak terlalu mengganggu aktivitas sehari-hari mereka. Tapi, jika usia pasien sudah dewasa, dibutuhkan waktu penggunaan yang lebih lama lagi.

Selain itu, faktor kepatuhan pasien dalam menjalani program terapi yang juga sangat menentukan keberhasilan. Tanpa kepatuhan, tegas Labana, perbaikan sangat mustahil terjadi.

Jika keberhasilan dicapai, di mana derajat kurva semakin mengecil, Brace bisa ditanggalkan. Namun, Labana menyarankan untuk memberikan waktu lima tahun untuk menjaga tingkat kestabilannya.

Karena bagaimanapun, otot-otot yang menunjang tulang belakang masih belum menyesuaikan dengan perubahan tulang. Itu sebabnya, penguatan otot dengan cara aktivitas fisik atau olahraga sangat dianjurkan.

“Penguatan otot penting. Kurvanya memang sudah diperbaiki, tapi ototnya belum kuat. Makanya dari pertama proses yang dikuatkan itu otot, supaya terbentuk otot baru, harus diperbanyak aktivitas,” imbuh Labana.

Selain itu, Labana juga menganjurkan agar pasien menghindari gaya hidup sedentari, dan menjaga postur tubuh yang ergonomis.

KOMENTAR

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *