Demokrat Pertimbangkan Ajakan Golkar Dukung Jokowi

Epicentrum.id – Partai Demokrat membenarkan kabar yang beredar bahwa Partai Golkar mengajak mereka┬ábergabung mendukung Joko Widodo sebagai calon presiden pada pemilu tahun 2019.

Ajakan itu disampaikan oleh Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto saat bertemu Susilo Bambang Yudhoyono alias SBY di rumah sang ketua umum Demokrat itu di Jakarta pada Selasa lalu.

Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Hinca Panjaitan, yang ikut menemani SBY menerima kunjungan Airlangga, tak menampik kabar itu. Agenda utamanya memang membincangkan situasi termutakhir politik nasional menjelang pemilu presiden.

“Yang dibicarakan tentulah berkaitan dengan pilpres, substansinya saling bertukar informasi, baik dari Pak Airlangga selaku Ketua Umum Golkar maupun dari Pak SBY,” kata Hinca kepada wartawan di kompleks Parlemen Jakarta pada Kamis, 12 Juli 2018.

Perbincangan antara dua pemimpin partai itu, kata Hinca, sebenarnya cukup lama. Namun dia tak menjelaskan dengan terperinci, melainkan hanya menekankan bahwa Demokrat memang sedang mempromosikan Agus Harimurti Yudhoyono sebagai calon wakil presiden.

Airlangga, katanya, memang menyampaikan semacam ajakan agar Demokrat mengikuti langkah Golkar yang mendukung Jokowi. “Tentu ajakan itu ada, dan, yuk mari kita timbang sama-sama.”

Namun Demokrat belum memutuskan akan menerima atau menolak ajakan Golkar. Sebab tentu saja banyak aspek yang mesti dipertimbangkan. Di antaranya, komunikasi dengan Prabowo Subianto, Ketua Umum Partai Gerindra, yang kian menegaskan peluang pembentukan koalisi alternatif atau poros ketiga dalam pemilu presiden.

“Di ujung, kami bersepakat akan ada pertemuan lagi menjelang tanggal 4 Agustus. Salah satu yang dibahas, kapan sih pasangan itu akan diumumkan,” kata Hinca.

Hinca menepis rumor yang menyebutkan bahwa pertemuan SBY dengan Airlangga itu juga membahas bagi-bagi kekuasaan dan jatah menteri. Perbincangan, katanya, masih berkisar peluang koalisi sekaligus program kerjanya selama lima tahun mendatang.

Menurutnya, untuk membangun koalisi yang kokoh sekurang-kurangnya selama lima tahun pemerintahan, harus memiliki pikiran yang sama. Apalagi Demokrat memiliki modal 10 persen suara hasil pemilu tahun 2014.

“Kami benar-benar bicara soal politik; bagaimana perkembangannya bagaimana posisi Mas Airlangga, dan bagaimana bertukar informasi. Tapi tak bicara orang, tidak bicara jatah.” [Sumber]

 

KOMENTAR

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *