Punya iPhone dan iPad, Berarti Anda Golongan Orang Tajir

Kabar menarik bagi Anda pemilik perangkat mobile Apple. Riset baru ekonom Universitas Chicago Amerika Serikat menunjukkan, Anda yang memiliki iPhone atau iPad berarti Anda merupakan golongan yang kaya alias sejahtera.

Dalam riset berjudul ‘Coming Apart? Cultural Distances in the United States over Time’, dua ekonom dari universitas tersebut, Marianne Bertrand dan Emir Kamenica, menganalisis golongan orang makmur atau kaya berdasarkan perilaku konsumen atau konsumsi media. Riset ini terakhir kali dirilis pada 2016.

Dalam riset tersebut, peneliti membagi panel produk dan merek yang mengindikasikan sebagai pendapat tinggi.

Riset ini ingin mengetahui bagaima kelompok pengguna punya preferensi berbeda sepanjang waktu. Responsden dalam riset ini termasuk pengguna kaya dan miskin, kulit hitam dan putih, pria dan wanita. Dalam riset ini, enomom tersebut memakai algoritma pembelajaran mesin untuk menyimpulkan bagaimana respons responden atas penggunaan produk dan merek.

Dari analisis itu, peneliti menemukan dari wawancara 6394 responden di Amerika Serikat, pemilik iPhone dan iPad mengaku kepada peneliti, lebih dari 60 persen sebagai orang yang berpendapatan tinggi. Pemilik iPhone mengaku 69,1 persen sebagai orang berpendapatan tinggi, sedangkan iPad menyimpulkan diri 66,9 persen sebagai orang berpendapatan tinggi.

Sedangkan untuk panel produk, responden yang bisa melancong di seluruh wilayah Negeri Paman Sam mengaku sebagai berpendapatan tinggi atau 70,9 persen. Nomor dua simbol kemakmuran dalam panel produk yakni memiliki paspor (70,3 persen).

Dikutip dari Apple Insider, hal menarik dari panel merek pada 2016 itu, simbol kemakmuran ternyata didominasi produk teknologi. Selain memiliki iPhone dan iPad yang menempati urutan wahid dan nomor dua, simbol kemakmuran selanjutnya yakni menggunakan Verizon Wireless (61 persen), memiliki ponsel Android (59,5 persen), memakai Kikkoman (59 persen), memiliki mesin fax atau printer HP (58,2 persen), menggunakan operator AT&T (58,1 persen), punya TV Samsung (58 persen) dan lainnya.

“Sepanjang tahun dalam data kami, tak ada merek individual yang mempredikasikan sebagai berpenghasilan tinggi seperti kategori punya iPhone pada 2016,” jelas peneliti dalam paper mereka.

Riset ini bukan tanpa kritikan. Sebagian orang mempertanyakan metodologi riset ini yang mana sumber data riset berasal dari data Mediamark Research Intelligence. Data tersebut memakai kuesioner dan wawancara dua tahunan, dengan ukuran sampel mencapai 6.394 responden.

Data Mediamark Research Intelligence termasuk informasi pendapatan rumah tangga. Wawancara dilakukan tatap muka.

KOMENTAR

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *