Antisipasi Perang Dagang Dengan Amerika Serikat, Menperin Siapkan Kelompok Kerja Antar Kementerian

Epicentrum.id, Jakarta – Presiden Amerika Serikat ( AS ) Donald Trump telah memberikan sinyal perang dagang  dengan Indonesia. Hal ini dikhawatirkan akan memperburuk kondisi perekonomian khususnya masalah perdagangan dan sektor industri di Tanah Air.

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengatakan, pihaknya telah mengantisipasi hal tersebut, yakni dengan cara membentuk kelompok kerja (working group) antarkementerian dan lembaga. Ini juga untuk mengantisipasi agar industri domestik tak terkena dampaknya.

“Perlu membuat working group working level, agar industri ini, seperti baja tidak terkena dampak, dan bisa dimanfaatkan dalam negeri,” ujar Airlangga di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Jumat (6/7).

Menurut dia yang paling sensitif dan terdampak jika perang dagang terjadi adalah industri baja dan keramik. “Kita perlu mengantisipasi adanya trade war dengan AS dan dampaknya, karena trade war ini kan dampaknya bisa satu sektor. Yang jelas, sensitif terhadap trade war itu adalah sektor baja. Kita harus mempersiapkan agar tidak menjadi kebanjiran impor,” jelasnya.

Sebelumnya, Ketua Umum Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Ade Sudrajat menyarankan agar pemerintah segera mengirim perwakilan setingkat menteri untuk melakukan perundingan. Sebab menurutnya kedua negara ini memang saling membutuhkan.

“Jadi harusnya memang negosiasi, segera kirim menteri ke sana. Karena bagaimanapun, kita dengan AS ini kan komplementer. Kalau di dalam kita dicekek, di luar ada pasar terbuka kan kita masih bisa nafas. Harus negosiasi,” tambahnya.

Sebagai antisipasi awal, pemerintah akan melakukan penghematan berupa substitusi impor bahan baku dengan meningkatkan manfaat industri lokal. “Misalnya, ke Australia sebagai contoh, kita switch ketergantungan impor misalnya terhadap gandum, sapi, nah itu kita kompensasi dengan industri kita, paling mudah adalah garmen dan sapi,” katanya.

KOMENTAR

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *