Deddy Mizwar Tolak Jadi Caleg, Ingin Kembali ke Dunia Akting

Epicentrum.id – Calon gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar sudah diambang kegagalan di Pilgub Jawa Barat 2018. Sebab, berdasarkan hasil quick count mayoritas lembaga survei, ia hanya menempati peringkat ketiga di bawah pasangan Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum (Rindu) dan Sudrajat-Ahmad Syaikhu.

Hasil itu besar kemungkinan jadi kenyataan karena biasanya hasil quick count tidak berbeda jauh dengan hasil akhir. Bahkan, hasil real count versi KPU juga menunjukkan hal yang hampir serupa.

Setelah kegagalan di pilgub, Partai Demokrat berencana mendorong Deddy Mizwar untuk maju menjadi caleg. Sebab, pria yang akrab disapa Demiz itu dinilai sebagai kader potensial yang memiliki kapasitas, kapabilitas, kredibilitas, dan popularitas.

Tapi, Demiz sudah memberi penolakan atas rencana Demokrat mendorongnya menjadi caleg untuk DPR RI. Ia mengaku bukan tipikal orang yang haus jabatan atau kekuasaan. “Saya pikir saya bukan orang yang seperti itu. Saya bukan orang yang mencari kekuasaan,” ujar Demiz, Senin (2/7/2018).

Meski begitu, ia siap membantu rekan-rekannya di Demokrat yang ingin mencalonkan diri menjadi caleg. Itu sebagai bentuk loyalitas dan baktinya kepada partai. “Malah saya ingin membantu kader-kader partai (Demokrat) yang ingin mencalonkan diri, dari Jawa Barat khususnya,” ungkapnya.

Ia juga siap membantu mengenalkan para caleg Demokrat di luar Jawa Barat. Sehingga, diharapkan ke depan semakin banyak para kader Demokrat yang terpilih menjadi wakil rakyat. Ia juga siap dalam upaya pemenangan Demokrat di pilpes mendatang. “Saya kira ini konsekuensinya (sebagai seorang kader) untuk membantu partai,” ucap Demiz.

Soal penolakannya menjadi caleg, ia mengaku sudah mengutarakannya kepada Ketua DPD Partai Demokrat Jawa Barat Irfan Suryanagara. “Saya sudah katakan terus terang ke Ketua DPD, jangan saya, berikan kepada yang lain yang memiliki kapasitas untuk itu,” jelasnya.

Sementara di luar aktivitas politiknya, Demiz mengaku akan kembali fokus pada dunia film dan sinetron. Sebab, selama menjabat sebagai Wakil Gubernur Jawa Barat dalam lima tahun terakhir, fokusnya terpecah. “Ya kembali ke sana, mengolah bagaimana membuat film-film yang bermutu buat masyarakat, yang mencerdaskan, mencerahkan,” pungkasnya. [Sumber]

 

KOMENTAR

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *