Warga Kabupaten Bogor Supaya Cermat Pilih Pemimpin, Jangan Sampai Seperti Yang Sudah Sudah

Epicentrum.id, Bogor – Warga Bogor, Jawa Barat diminta cermat memilih salah satu pasangan calon kepala daerah pada Rabu (27/6). Warga Bogor diminta ‘melek’ agar tak tertipu para calon kepala daerah yang bermasalah.

“Artinya jangan sampai seperti yang sudah-sudah seperti bupati yang kemarin itu, Rahmat Yasin, yang jelas-jelas sampai sekarang kan dia di Sukamiskin, karena mereka melakukan penjualan lahan di Jonggol,” kata koordinator warga Jonggol, Asep Sukendar dalam keterangannya, Selasa (26/6) pagi.

Asep menyebut, calon bupati Bogor, Ade Yasin diduga juga terlibat penyerobotan tanah di Desa Singasari. Asep mengimbau warga Bogor tak tertipu calon kepala daerah yang bermasalah.

“Kalau memang dia (Ade Yasin) melakukan seperti itu, kalau memang diberikan amanah, saya yakin nanti kalau dia diberikan amanah, amanah itu akan disalahgunakan oleh mereka. Karena sebelum jadi saja dia sudah melakukan hal-hal yang negatif terhadap hak-hak rakyat yang harus diberikan, tapi malah mereka serobot. Nah bagaimana kalau mereka jadi, mereka akan melakukan hal yang lebih seperti sekarang ini,” ujar dia.

Dia pun lagi-lagi berharap masyarakat Bogor tak salah memilih. “Saya berharap masyarakat bisa sadar untuk menentukan lima tahun ke depan. Saya pikir seperti itu, kepada pemilih Bogor agar jangan tergoda yang sifatnya sesaat dan akhirnya menyesal di kemudian hari. Karena lima tahun itu waktu yang sangat lama dan bisa menyengsarakan masyakat selama lima tahun,” ujar dia.

Muhammad Riki, warga Bogor lainnya mengaku pimpinan baru harus dapat memberikan kebaikan bagi warganya terutama dalam hal kesehatan dan pendidikan. “Inginnya punya pemimpin yang bebas dari korupsi dan peduli terhadap warganya, terutama masalah pendidikan dan kesehatan perlu diperhatikan secara serius,” katanya.

Riki juga mengatakan upaya pembangunan di daerah Jonggol terutama jalan utamanya perlu mendapat perhatian khusus. “Saat ini jalan banyak rusak, semoga pimpinan baru bisa segera mengatasi,” imbuhnya.

Diketahui, kasus dugaan korupsi dalam bentuk penjualan aset negara dan penyerobotan lahan milik warga di Desa Singasari, Kecamatan Jonggol, Kabupaten Bogor, sudah sampai ke tangan KPK. Puluhan mahasiswa BEM Universitas Djuanda (Unida) Bogor menggelar aksi unjuk rasa di Kantor KPK dan menyerahkan sebundel berkas bukti-bukti korupsi ke KPK, Kamis (31/5).

Dalam aksinya di Kantor KPK Jl Persada Kuningan, Setiabudi, Jakarta Selatan mulai pukul 13.55 sampai pukul 15.25 Wib, mahasiswa Bogor menuntut konsistensi KPK dalam mengusut tuntas kasus korupsi. Dan mendesak KPK untuk segera mengusut kasus penggelapan aset negara 100 hektar dan 13 Ha tanah masyarakat Desa Singasari oleh oknum-oknum pejabat Pemkab Bogor yang merugikan negara sebesar Rp 565 miliar.

Dalam tuntutannya, mahasiswa juga mendesak KPK segera mengusut dan menjadikan tersangka oknum pejabat Pemkab Bogor yang terdiri dari Rahmat Yasin (mantan bupati Bogor), Ade Munawaroh (mantan wakil ketua DPRD Kabupaten Bogor), Zainul Mutaqin (mantan anggota DPRD Kota Bogor), Burhanuddin (asisten pemerintahan dan Kesra Kabupaten Bogor), Lesmana (Ketua Baznas Kabupaten Bogor), Rudi Ferdian (Ketua Kadin), Wawan M Sidik (Kadis Kominfo Kabupaten Bogor/mantan camat Jonggol), Asep Aer (Camat Jasinga/mantan camat Jonggol), dan banyak lagi.

“Bogor harus bersih dari koruptor. Usut tuntas kasus perampasan aset negara dan masyarakat. Sejak bertahun-tahun warga Desa Singasari Jonggol Bogor dilanda keresahan dan merasa dizalimi oleh mafia tanah dan koruptor di Kabupaten Bogor. Hak rakyat terbukti diinjak-injak, maka kami mahasiswa berontak. Terima kasih kepada KPK yang telah menerima laporan kami,” ungkap Korlap aksi, Arifin. (ghita)

KOMENTAR

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *