KPK: Terkait Pilkada 2018, Jangan Mau Dibeli Suaranya!

Epicentrum.id – Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Laode M. Syarief meminta agar masyarakat serius dalam memilih kepala daerahnya. Dia meminta agar masyarakat memilih pemimpin yang berintegritas.

Tak hanya itu, pada saat masa tenang yang sedang berlangsung saat ini, Syarief menghimbau agar masyarakat tidak menerima apapun ‎dari pasangan calon ataupun tim suksesnya. Dia berharap agar masyarakat menggunakan hak suaranya dengan benar.

“Pilih pemimpin yang berintegritas dan jangan mau dibeli suaranya,” tegas Syarief, Senin (25/6/2018).

Menurut Syarief, satu suara para pemilih berpengaruh untuk menentukan nasib kota atau daerahnya selama lima tahun ke depan. Oleh karenanya, Syarief meminta agar masyarakat memilih pemimpin yang menjunjung tinggi integritas.

“Saya berharap kepada semua pemilih untuk mengingat bahwa 3 menit dalam TPS akan menentukan nasib pemerintahan selama 5 tahun,” pungkasnya.

‎Sebelumnya, Komisi Pemilihan Umum (KPU), telah menegaskan larangan bagi para peserta Pilkada serta tim suksesnya untuk berkampanye di masa tenang. ‎KPU melarang para paslon berkampanye lewat media apapun.

“Tidak boleh lagi ada kampanye di masa tenang melalui saluran apapun. alat peraga sudah tutup. iklan sudah tutup. kampanye terbuka sudah tutup, kampanye lewat media sosial udah selesai pokonya seluruh aktivitas kampanye sudah selesai,” kata Ketua KPU, Arief Budiman, Minggu, 24 Juni 2018.‎

Arief juga meminta kepada para peserta Pilkada serta simpatisannya agar tidak lagi menggunakan berbagai atribut yang berbau kampanye. ‎Sedangkan kepada para pemilih, diingatkan kembali untuk merenungkan siapa pemimpinnya yang akan dipilih.

“Kepada pemilih anda sekarang punya kesempatan untuk merenung apa yang sudah anda lihat penyampaian visi misi program kegiatan dari peserta pemilu. nah sekarang saatnya anda merenung dan menentukan mana calon yang sesuai dengan pilihan anda,” ungkapnya.

Diketahui, kontestasi Pilkada sendiri akan digelar serentak di 171 daerah di seluruh Indonesia. Pelaksanaan Pilkada sendiri rencananya akan digelar pada Rabu, 27 Juni 2018. Saat ini, proses Pilkada telah memasuki masa tenang sebelum nanti pada Rabu digelar pelaksanaan pencoblosan. [Sumber]

 

KOMENTAR

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *