Subhan Larang Wartawan Liput Pertemuan Golkar Buru

Epicentrum.id – Pengurus DPD Partai Golkar Maluku, Subhan Pattimahu mela­rang wartawan meliput pertemuan pengurus DPP Fredy Latumahina dan Azis Samual dengan pengu­rus DPD dan DPC Golkar se-kabupaten Buru, yang berlangsung di Sekretariat Partai Golkar di Namlea pada Selasa (19//6).

Pantauan Siwalima, Subhan Pattimahu dengan arogan meminta rekannya supaya mencegat wartawan agar tidak boleh lewat pintu masuk Kantor Golkar Buru.

Pattimahu berdalih kalau pertemuan Fredy Latumahina dengan pengurus Golkar bersifat internal.

Bahkan untuk memastikan wartawan tidak melewati pintu gedung, Subhan sengaja mengambil posisi duduk di kursi di dekat pintu.

Tapi anehnya, larangan Subhan itu tidak berlaku bagi creuw TVRI dan RRI yang tetap berada dalam ruang pertemuan dan bebas meliput kegiatan itu.

Tindakan Subhan Pattimahu itu sangat disesalkan Ketua PWI Buru, Abdul Ohorella yang turut hadir di Sekretariat Golkar.”Bilang tertutup bagi wartawan, kok TVRI boleh bebas shooting,” tandas Ohorella.

Ohorella menilai, Subhan bukan saja arogan, tapi terlihat sangat lucu.” Sangat lucu saja, kata dia tertutup tapi TVRI boleh meliput,” ujarnya.

Sebelum mencegat wartawan tidak boleh meliput pertemuan itu, Subhan juga sempat sesumbar kalau Bupati Buru, Ramly Ibrahim Umasugi akan hadir di sana.

Namun sesumbar itu ternyata tidak terbukti. Ramly yang juga Ketua DPD Golkar Buru tidak menunjukan batang hidungnya di sana.

Sebelum itu, beberapa orang dekat Ramly sudah membocorkan informasi kalau Ketua DPD Golkar Buru tidak mau hadir dalam pertemuan untuk memenangkan SANTUN.

Ramly dan gerbongnya yang besar sudah berbulan-bulan telah terjun ke lapangan guna memenangkan paslon BAILEO.

Masih menurut sumber ini, karena gerakan Ramly dan gerbong Golkar Buru yang kabur dari SANTUN itu, membuat Said Assagaff kewalahan.

Karena itu, Fredy Latumahina dan Azis Samual diutus untuk membujuk Ramly dan gerbongnya. Tapi upaya itu gagal.

Saat tiba Rabu pagi, Fredy yang turut didampingi Plh Ketua DPD Golkar Maluku, Ridwan Rahman Marasabessy , hanya bertemu dengan pengurus Pengajian Alhidayah. Kemudian malamnya bertemu pengurus Golkar.

Fredy Latumahina dan Azis Samual ke Buru guna memastikan SANTUN bakal menang di kantong Golkar. Dalam pertemuan di Sekretariat Golkar ini, Fredy menebar ancaman akan ada sanksi terhadap kader yang membandel dan lari dari paslon SANTUN.

Di hadapan kader partai, ia mengaku datang untuk memastikan para kader beringin ini tetap solid dan memenangkan paslon SANTUN tanggal 27 Juni nanti.

Pertemuan Fredy dan Azis dengan pengurus DPD dan DPC Golkar di Sektretariat Golkar Buru itu, yang diagendakan pukul 20.00 sempat molor hingga pukul 21.15 WIT.

Saat Ridwan Marasabessy mendata pengurus DPD Golkar Buru yang hadir dengan cara diminta berdiri, hanya 11 orang yang datang. Selebihnya 97 tidak hadir.

Dari 10 DPC, hanya DPC Airbuaya dan DPC Batabual yang ketuanya hadir. Bahkan ketua DPC Namlea dan pengurusnya tidak hadiri pertemuan itu.

Saat pertemuan dimulai. dari 10 wakil rakyat di DPRD Buru, hanya 6 yang hadir. Dan sisanya baru muncul saat pertemuan telah berjalan. source

KOMENTAR

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *