Prasarana Umat Untuk Kelancaran Hari Raya

Oleh Kusnandang

Epicentrum.id – Pembangunan Infrastruktur, khususnya yang menyangkut sarana penunjang kebutuhan tranportasi, merupakan satu dari sekian program pembangunan prasarana yang sedang digenjot oleh pemerintahan presiden Joko Widodo. Momentum pemerintah mengandalkan slogan ‘kerja, kerja, kerja’ dengan dukungan dari program utamanya, Nawacita (Sembilan agenda prioritas kerja) semakin menandakan prospek Indonesia yang siap menjawab tantangan global.

Bila Kita mencermati segala daya upaya pembangunan besar-besaran itu, ada yang mungkin bisa dipandang sebuah rutinitas tahunan, yaitu seperti yang sudah disinggung diatas, berupa prasarana pendukung transportasi yang merupakan agenda yang tidak pernah absen setiap tahunnya.

Sudah menjadi rahasia umum bahwa pembangunan infrastruktur adalah andalan politis Jokowi untuk mendapatkan dukungan publik. Di lain pihak, publik juga banyak yang berpandangan bahwa proyek-proyek ini terlalu ambisius dan mahal bila dibandingkan dengan proyek-proyek serupa di luar negeri. Karena itu kita bisa memahami reaksi serius Presiden Jokowi atas kecelakaan bertubi-tubi infrastruktur yang dapat menurunkan kredibilitasnya sebagai sponsor utama pembangunan infrastruktur.

Langkah dramatis pemerintah ketika itu untuk sementara waktu menghentikan semua proyek infrastruktur layang (elevated) di Indonesia seperti LRT, jalan tol layang, dan jembatan. Menteri Pekerjaan Umum mensinyalir telah terjadi kesalahan konstruksi sehingga semua harus dibongkar baik yang roboh dan yang tidak. Meski sebenarnya terlambat, untuk mencegah kecelakaan lebih lanjut pemerintah menegaskan akan melakukan evaluasi total terhadap pelaksanaan teknis proyek.

Pemerintah mengambil langkah mengenjot semua proyek layang (elevated) infrastruktur di Indonesia seperti LRT, jalan tol layang, dan jembatan. Menteri Pekerjaan Umum mengatakan bahwa pembangunan prasarana yang diperlukan adalah kebutuhan yang tidak bisa ditinggal-tinggalkan lagi, dan kebetulan ini sebagai skala prioritas sesuai program Nawacita pemerintah.

Kembali kepada persoalan pembangunan prasarana yang tidak pernah absen di setiap tahunnya tadi, yakni pengerjaan penunjang transportasi, khususnya transportasi darat. Jika melihat agenda menjelang mudik, sudah barang tentu publik akan disibukkan pula dengan kebisingan proyek-proyek pengembangan pembangunan jalan-jalan raya yang dipersiapkan demi kelancaran mudik hari raya.

Namun jika berkaca dua tahun kebelakang, pembangunan prasarana jalan raya dengan segala fasilitas pendukungnya, itu menemukan lonjakan peningkatan dalam skala yang masif. Masih dengan paket pembangunan Nawacita, presiden Joko Widodo menyempurnakan pola perencanaan jangka panjang yang diperuntukkan ke depan di setiap hari raya.

 

Kusnandang, Penggiat Sosial

KOMENTAR

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *