Apapun Genrenya, Bandung Adalah Tempat Kita Untuk Nikmati Musik

 

Pasangan Calon Walikota dan Wakil Walikota Bandung, Nurul Arifin – Rully Hidayat menyapa para pendukungnya dalam gelaran acara NuruliFest ( Photo: KabarGolkar )

Epicentrum.id, Bandung – Bandung perlu mengangkat wisata musik sebagai potensi melawan kejenuhan wisata kota yang tersedia saat ini. Wisata musik bisa dijadikan unggulan Kota Bandung yang mampu menarik perubahan baik bagi wisata kuliner, belanja, seni, hingga budaya.

“Kita merancang sudut musik di penjuru kota, lengkap dengan genre metal, rock, jazz, dangdut, dan itu akan dikunjungi spot tersebut termasuk space bermusik di taman-taman musik. Jadi atraksi wisata Bandung enggak hanya kuliner atau yang selama ini sudah ada, tetapi juga musik,” kata pendamping Nurul Arifin pada pemilihan Wli Kota Bandung ini, di Bandung, Kamis, 25 Mei 2018.

Pasangan Nurul Arifin-Chairul Yaqin Hidayat akan membangun sudut-sudut musik di banyak wilayah di Kota Bandung. Dengan beragamnya genre, ia berharap ruang di sudut itu akan menjadi ikon baru wisata Kota Bandung.

Pembagian aliran musik di berbagai penjuru kota itu bertujuan untuk menyebarkan wisatawan dan warga lokal untuk dapat memilih tujuan wisatanya sesuai selera lagu yang mereka inginkan. Penyebaran sudut itu juga akan memicu sebaran industri dan ekonomi lokal yang merata.

Dengan begitu, wisatawan tidak akan terkonsentrasi di pusat kota. Sementara sentra UMKM bisa ikut bergabung mendulang pendapatan di wilayahnya masing-masing.

Ruli menambahkan, selama ini Bandung juga ditunjang dengan industri alat musik dan merchandise musisi dan band yang bisa memberi penghidupan yang layak bagi para pekerja seni Bandung itu, selain dari penjualan album dan royalti.

Ditambah dengan pertunjukan mingguan atau dwimingguan, kata Ruli, sehingga Bandung bukan hanya akan memiliki festival musik paling banyak yang pernah ada, tetapi juga yang menyejahterakan para musisinya. Wisatawan pun diyakini akan menjadikan konser musik itu pelengkap utama untuk menikmati Bandung.

“Setelah mengeluarkan album atau karya, musisi itu kan butuh main live rutin. Mereka butuh panggung promo, konser, mereka butuh gigs, butuh show, agar keluarganya juga bisa terjamin nafkahnya. Di sisi lain, penikmat dan fansnya akan puas bersenang-senang,” kata Ruli, yang juga menjadi vokalis di band Siropleci itu.

Venue Konser Internasional

Untuk jangka menengah, Nuruli akan membangun venue konser bertaraf internasional agar mampu menampung animo penggila musik yang masif. Ia mengaku tidak akan lupa memikirkan soal izin pertunjukan. Dengan kondusifitas Bandung yang terus terjaga dalam keharmonisan, Pemerintah Kota Bandung yang dipimpinnya bersama Nurul Arifin akan mempermudah izin pertunjukan di Kota Bandung.

Keberadaan industri alat musik di Kota Bandung makin melengkapi posisi Bandung sebagai kiblat musik di Indonesia. Senada dengan kualitas alat musiknya, musisi berkelas juga banyak yang lahir di Bandung.

Bagi Ruli, industri alat musik telah melengkapi kebutuhan Bandung sebagai kota musik. Ke depan, ia akan membawa Pemerintah Kota Bandung untuk menjadikan industri alat musik, musisi, dan fans, sebagai fondasi ekonomi kreatif.

Sementara kini, kata Ruli, masih banyak musisi yang masih harus berjibaku menghidupi diri dari profesi bermusik, di tengah minimnya pendapatan royalti akibat praktik pembajakan.

“Jadi dari ekonomi kreatif itu salah satu penggerak dari aktivitas ekonomi kreatif adalah industri musik. Seharusnya industri ini bisa memberikan penghidupan layak untuk mereka yang terlibat di dalamnya,” ujar Ruli.

[sumber]

KOMENTAR

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *