Rupiah Melemah, Menperin Airlangga Katakan Industri Farmasi Paling Terkena Imbas

epicentrum.id – Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS masih terus melemah. Nilai tukar rupiah berakhir melemah 67 poin atau 0,47% di Rp14.209 per dolar AS pada penutupan perdagangan Rabu (23/5/2018). Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto menyebutkan dengan menguatnya nilai dolar yang paling terkena dampak negatifnya adalah industri yang bahan bakunya masih mengimpor.

“Paling persoalan itu adalah industri yang bahan bakunya impor penjualannya domestik. nah itu bahan bakunya dolar jualnya rupiah,” kata Airlangga Hatarto, di kediaman dinasnya di kawasan Widya Candra, Jakarta Selatan. Airlangga menyebutkan industri yang cukup terdampak karena bahan baku impornya tinggi adalah sektor industri. “Ada banyak sektor termasuk farmasi. industri farmasitikle menjadi persoalan karena dia sebagian bahan baku impor jualnya rupiah,” ungkap Airlangga.

Untuk membantu industri farmasi, Kementerian Perindustrian akan meningkatkan pelaku industri dalam negeri agar memproduksi lebih banyak bahan yang digunakan untuk industri farmasi. “Oleh karena itu Kemenperin sedang berbicara utk lokal konten. jadi semakin banyak konten lokal itu akan sangat membantu daya saing industri,” ungkap Airlangga. (frans)

 

sumber berita

KOMENTAR

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *