Pagi Ini, Kurs Rupiah Tembus Rp14.204 per Dolar AS

Ilustrasi. (Foto: iNews.id/Yudistiro Pranoto)

epicentrum.id Kurs rupiah di pasar spot pada perdagangan, Rabu (23/5/2018) bergerak masuk zona merah meski dolar Amerika Serikat (AS) masuk dalam laju penurunan terhadap mayoritas mata uang lain. Rupiah bahkan kembali menyentuh level Rp14.200 per dolar AS.

Berdasarkan data Bloomberg pada pukul 09.45, rupiah terdepresiasi 55 poin atau 0,39 persen menjadi Rp14.197 per dolar AS. Di pembukaan, rupiah diperdagangkan ke Rp14.143 per dolar AS dan sempat menyentuh level Rp14.204 per dolar AS.

Posisi di akhir sesi kemarin, rupiah sempat menetap ke Rp14.142 per dolar AS. Rentang pergerakan rupiah hari ini adalah Rp14.143-14.204 per dolar AS. Adapun Yahoo Finance mencatat, rupiah turun 66 poin atu 0,44 persen menjadi Rp14.193 per dolar AS. Saat bel pembukaan perdagangan, rupiah bergerak ke Rp14.133 per dolar AS.

Di akhir sesi kemarin, rupiah sempat menetap ke Rp14.131 per dolar AS. Rata-rata pergerakan rupiah hari ini adalah Rp14.131-14.200 per dolar AS. Sebagai informasi, kurs dolar AS menurun setelah naik selama enam sesi berturut-turut pada Selasa (22/5/2018) waktu setempat karena pelaku pasar menantikan risalah pertemuan Federal Reserve yang diawasi ketat pekan ini.

Berdasarkan laporan Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia, rupiah melemah 14 poin menjadi Rp14.192 per dolar AS dari sebelumnya Rp14.178 per dolar AS. Mengutip Xinhua, Kamis (23/5/2018) indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama, turun 0,08 persen menjadi 93,599 pada akhir perdagangan.

Reli greenback baru-baru ini telah disokong oleh keseluruhan data ekonomi AS yang positif, sehingga mendorong spekulasi pasar terhadap dua kenaikan suku bunga lagi tahun ini.

Bank Sentral AS akan merilis risalah untuk pertemuan kebijakan moneter terbaru pada hari Rabu. Setelah mengakhiri pertemuan dua hari pada 2 Mei, The Fed mempertahankan suku bunga tidak berubah, sejalan dengan ekspektasi pasar. Namun, otoritas moneter AS itu mengungkapkan keyakinan bahwa inflasi mendekati target yakni sebesar 2 persen.

Pelaku pasar akan mencari petunjuk lebih lanjut tentang rencana kenaikan suku bunga The Fed di masa depan dalam beberapa risalah pertemuan yang segera dilaporkan. Pada akhir perdagangan New York, euro meningkat menjadi 1,1778 dolar AS dari 1,1772 dolar AS pada sesi sebelumnya, dan pound Inggris naik menjadi 1,3429 dolar AS dari 1,3414 dolar AS di sesi sebelumnya. Dolar Australia naik menjadi 0,7577 dolar AS dari 0,7569 dolar AS.

Dolar AS membeli 111,00 yen Jepang, lebih rendah dari 111,10 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Dolar AS turun menjadi 0,9929 franc Swiss dari 0,9978 franc Swiss, dan meningkat menjadi 1,2814 dolar Kanada dari 1,2810 dolar Kanada. (frans)

sumber berita

KOMENTAR

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *