Golkar Mendesak Menteri Agama Merevisi Daftar 200 Mubalig

 

 

 

Epicentrum.id, Jakarta – Satu lagi kontroversi muncul di jagad politik nasional. Kali ini terkait dengan pengumuman daftar 200 mubaligh atau penceramah yang dikeluarkan Kementerian Agama (Kemenag), akhir pekan lalu.

Apalagi, kriteria yang dipakai Kemenag dalam memilih para penceramah/ustaz ini bisa menimbulkan tafsir negatif yang lebih luas bagi penceramah yang tidak masuk daftar itu. Label anti-NKRI dan anti-kebangsaan bisa muncul kepada para penceramah yang berada di luar daftar pilihan Kemenag.

Ketua DPP Golkar, Ricky Rahmadi, menilai semestinya Kementerian Agama bijaksana membaca suasana kebatinan umat yang banyak menghadapi isu-isu sensitif terkait SARA dan sebagainya

“Meski bermaksud baik, tidak ingin membuat standarisasi apalagi sertifikasi, tapi muncul kesan ada diskriminasi ustaz yang diakui dan tidak diakui pemerintah. Kesan diskriminasi memicu ketegangan sehingga mendorong perpecahan umat”. Ucapnya saat berbincang dengan Epicentrum.id

Lebih lanjut menurutnya, Indonesia memiliki ribuan pesantren dengan para kiai dan ustaz yang ahli berceramah Indonesia memiliki ribuan perguruan tinggi Islam negeri dan swasta yang memiliki civitas akademika cendekiawan Muslim yang ahli khutbah.

“Sehingga terlalu kecil persentase dai Indonesia, yang memiliki 90 persen penduduk Muslim dari 260 juta jiwa, jika pemerintah hanya merekomendasikan 200 ustaz”. Tegas mantan aktivis Prodem 80an tersebut

Sebaiknya, daftar tersebut segera diperbaiki lalu berkomunikasi dengan tokoh dan ormas Islam serta Kemenag mengurusi isu yang lebih besar seperti penanggulangan terorisme, membumikan Islam washatiyah dan menjadikan NKRI sebagai pusat peradaban dunia.

” Sebelum mengeluarkan rekomendasi, semestinya Menteri Agama berkoordinasi dengan ormas Islam seperti NU dan Muhammadiyah, ICMI juga siap memberikan masukan kalau memang benar benar dilibatkan dalam pembahasanya.” Lanjutnya. ( Ghita )

KOMENTAR

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *