Menteri Sosial Tersanjung dengan Budaya Kotawaringin Barat

Menteri Sosial Idrus Marham saat menjalani prosesi adat yang dipandu Pangeran Muasdjidinsyah dari Kesultanan Kutaringin di Pelabuhan Panglima Utar Kumai, Selasa (15/5).(RINDUWAN/RADAR SAMPIT)

epicentrum.id – Kedatangan Menteri Sosial RI Idrus Marham ke Pangkalan Bun terkait deklarasi penutupan tiga lokalisasi dan melepas pekerja seks komersial (PSK), jadi pengalaman baru baginya. Dia merasa tersanjung dengan kebudayaan Kobar yang terlihat jelas dari cara penyambutannya. Menurut Idrus Marham, kunjungan kerja ke daerah merupakan hal yang wajar dan harus dilakukan Menteri Sosial. Banyak daerah yang sudah dikunjungi, baik sebelum menjabat sebagai menteri.

”Kunjungan kerja ke daerah sudah sering saya lakukan. Namun, saat saya tiba di Kabupaten Kobar semuanya terasa berbeda. Kebudayaan sangat dijunjung tinggi oleh Pemerintah Daerah,” kata Idrus. Mulai tiba di Bandara Iskandar, dia sudah disambut dengan tari-tarian hadrah yang menonjolkan ciri khas lokal. Saat datang ke Pelabuhan Panglima Utar Kumai, dia kembali disambut tari-tarian dan adat merombak kota mara.

”Baru selesai itu, ada adat yang menjadi ciri khas, yakni mengemut keris yang dipandu Pangeran Muasdjidinsyah dari Kesultanan Kutaringin. Saya merasa tersanjung dengan semua penyambutan saya. Nilai-nilai kebudayaan sangat dijunjung tinggi di Kobar,” kata Idrus. Di saat nilai kebudayaan sudah luntur karena dianggap tidak modern, dia menuturkan, Kobar tetap mempertahankan kebudayaan daerah. Hal tersebut yang menjadi ciri khas daerah melalui menjunjung kebudayaan.

”Sekali lagi saya pribadi dan rombongan dari Kemensos merasa tersanjung. Ini yang harus terus dipertahankan. Karena kebudayaan di Indonesia sangat banyak, jika tidak dilestarikan, bisa-bisa diklaim negara lain. Maka, sekarang dan seterusnya cintai budaya kita,” jelasnya.

Dia menambahkan, Kemensos juga mendorong agar permainan anak kecil dimunculkan lagi. Banyak permainan tradisional yang semakin hilang karena kalah bersaing dengan permainan virtual. ”Banyak anak zaman sekarang sebagai pribadi yang individual karena asyik main game di ponsel. Maka itu harus kita kurangi sebagai orang tua, agar anak kita terbiasa bersosialisasi dengan temen dan orang lain,” jelasnya.

Dia meminta pemkab mendukung program pemerintah pusat agar berjalan dengan baik. ”Sejatinya, saya hari ini melihat deklarasi penutupan lokalisasi dan melepas PSK ke daerah asal. Justru saya di sini hanya ingin menyaksikan saja, karena semuanya sudah dikerjakan pemerintah daerah. Tapi, nyatanya banyak hal yang saya dapat,” katanya.

Dalam deklarasi penutupan lokalisasi prostitusi di Kobar, tidak hanya para pejabat yang hadir, namun dari tokoh pemuda, agama, organisasi perempuan, dan lainnya. ”Kalau semua daerah di Indonesia menjalankan program dengan melibatkan banyak pihak seperti ini, saya yakin Indonesia bisa damai,” tandasnya. [frans]

 

sumber berita

KOMENTAR

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *