Zumi Zola Menangis, Mengaku Bersalah di Depan Hakim

Epicentrum.id – Tangisan Zumi Zola pecah saat berada di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jambi. Ini merupakan kali pertama Gubernur Jambi yang non-aktif itu kembali ke Jambi, sejak ditahan di Rumah Tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta.

Rasa haru seketika muncul dari wajah Zumi Zola. Itu terdengar dari nada suara yang serak-erak basah saat disapa warga, usai memberi kesaksian dalam sidang kasus dugaan suap ketok palu RAPBD Provinsi Jambi tahun 2018 dengan terdakwa Supriyono, Rabu (9/5/2018).

Usai sidang, dia sempat menjawab sapaan wartawan yang menunggu di depan ruang sidang.

“Apa kabar, Pak?” kata seorang wartawan, bertanya kepada Zumi Zola yang hendak melangkah keluar ruang persidangan.

“Alhamdulillah baik, terima kasih ya,” kata Zola, menjawab sembari tersenyum kemudian melanjutkan langkahnya.

Dia juga menyempatkan diri menyapa masyarakat dan wartawan melalui jendela ruang tunggu sidang.

Dari jendela, dia menyampaikan rasa terima kasihnya atas dukungan yang besar dari masyarakat Jambi. Terutama, selama dua bulan terakhir saat berstatus tersangka.

Ini merupakan pertama kali Zola kembali ke Jambi setelah menjalani masa tahanan KPK di Jakarta.

“Saya sebagai warga Jambi berharap ke depan pembangunan Jambi bisa lebih baik lagi,” katanya.

“Saya kangen dengan Jambi,” kata Zumi Zola, yang kemudian perlahan membuka kacamatanya.

Zumi Zola menangis, lantas menyeka air di pinggir matanya secara bergantian. Saat itu terekam kamera wartawan, mata suami Sherrin Tharia itu berair.

Pemandangan itu sontak membuat warga yang menyapanya ikut menangis.

Sampai sejauh ini, Zumi Zola tak pernah melewatkan jadwal untuk bersaksi di persidangan.

Setidaknya sudah dua kali Zola bersaksi di persidangan. Sebelumnya, dia juga bersaksi di persidangan terdakwa Erwan Malik, Arpan dan Saipudin.

Mengaku bersalah

Zumi Zola mengaku bersalah dan menyesal atas kasus Operasi Tangkap Tangan KPK terkait suap ketok palu RAPBD Provinsi Jambi tahun 2018.

Pernyataan ini disampaikan Zumi Zola saat memberikan kesaksian untuk terdakwa Supriyono, Rabu (9/5/2018).

Dalam keterangannya, Zumi Zola mengatakan mengetahui adanya kasus suap ketok palu.

Bahkan terkait dengan ditetapkannya tiga orang pejabat di struktur pemerintahannya yang terseret sebagai terdakwa, dia mengaku tak bisa berbuat apa-apa.

“Iya saya merasa bersalah, saya menyesal,” katanya, saat ditanya terkait kondisi Erwan Malik, Arpan dan Saipudin, yang kini menyandang status terdakwa.

Keterangan lain yang disampaikan Zumi Zola, mengaku jarang berkomunikasi dengan terdakwa Supriyono, Herman Kadir.

Di sidang, Zumi Zola sempat ditanya penasihat hukum Supriyono mengenai perintah untuk mengamankan permintaan uang ketok palu di DPRD Provinsi Jambi.

“Apakah ada perintah atau mandat dari saudara kepada terdakwa untuk mengamankan uang ketok palu di DPR?,” tanya Herman Kadir.

“Tidak ada, kami jarang ketemu. Kalau ketemu pun paling ada kegiatan partai,” katanya.

“Saya tidak pernah perintahkan ke Beliau,” ujar Zumi Zola.

Dalam persidangan sebelumnya, di percakapan antara Arpan dengan terdakwa Supriyono yang diputar KPK, terdakwa Supriyono sempat mengakui adanya perintah dari Zumi Zolah untuk mengamankan anggota DPRD Provinsi Jambi. [Sumber]

 

KOMENTAR

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *