Menkominfo: Smart City Bukan Beli Teknologi tapi Pelayanan

Kota Pintar atau Smart City semakin digenjot pemerintah. Selama dua tahun terakhir terdapat Gerakan Menuju Smart City yang jumlahnya mencapai 100 kota di Indonesia.

Tahun lalu sudah ada 25 kota yang masuk menjadi peserta Smart City, dengan tambahan ada 50 kabupaten/kota baru yang terpilih dalam gerakan tersebut di tahun ini.

Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengatakan Smart City bukan soal membeli teknologi tetapi kemampuan pemerintah daerah untuk melayani masyarakat.

Menkominfo, Rudiantara

“Fokusnya adalah bagaimana kita mengubah tata cara melayani dari pemerintah daerah. Dari konteks yang nasional ada e-govt, itu juga sama. E-govt itu bukan membeli server atau jaringan tapi bagaimana kita berpikir memperbaiki tata cara dalam melayani masyarakat yang lebih baik.” ujar Rudiantara di Jakarta, Selasa, 8 Mei 2018.

Dalam Gerakan Menuju 100 Smart City tahap kedua ini terdapat 50 kota dan kabupaten di seluruh Indonesia di antaranya Kota Depok, Kota Surabaya, Kota Cimahi, Kabupaten Pati, Kabupaten Indramayu, dan Kota Mataram.

Rudiantara juga menuturkan bahwa Smart City adalah proyek keberlanjutan. Dengan begitu tidak bisa berhenti saat title “Smart City” sudah didapatkan namun terus berjalan terus dan berkembang.

smart city songdo

Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kominfo Semuel Abrijani Pangerapan menambahkan pemerintah turut mendampingi kota-kota yang akan didapuk menjadi Smart City. Pendampingan tersebut dalam bentuk merancang bersama konsep Smart City itu sendiri.

“Kita memberi pendampingan teknis untuk merancang. Bukan menggurui tapi kita memetakan. Nah, yang tahu masalah di daerahnya sendiri, ya kepala daerahnya,” tutur Semuel.

KOMENTAR

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *