Dilema Jokowi, Pilih Cawapres Representasi Muslim atau Milenial

* Kusnandang , Pegiat Sosial

Epicentrum.id – Jika melihat tren ataupun cara-cara para pemimpin partai politik, baik mereka yang masuk ke jajaran koalisi pemerintahan atau yang menjadi oposisi sangat menarik untuk dilihat pola dan perilaku kedekatan tersebut. Tapi bukan hanya kalangan Partai Politik saja yang mencuri start kedekatan untuk melakukan proses komunikasi. Beberapa lapisan tokoh lintas masyarakat yang mempunyai peran cukup signifikan dalam perannya selama ini.

Sangat menarik memang beberapa elemen masyarakat tadi menunjukan sikap yang bersahabat dengan Presiden Joko Widodo ( Jokowi ), dan yang lebih dari itu, Mereka membawa citra penampilan yang merepresentasikan gaya dan sikapnya masing masing. Mengenai citra penampilan ini, justru menjadi jualan bagi tokoh-tokoh tadi kepada Jokowi dengan mengkondisikannya sesuai situasi sosial politik saat ini.

Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa ( PKB ) Muhaimin Iskandar atau yang biasa disapa Cak Imin, merupakah tokoh dari kalangan partai politik yang mempunyai akses kedekatan dengan Jokowi. Kedekatan ini pula yang bagi sebagian elemen Ormas Nahdatul Ulama diidentikkan dengan jargon pasangan yang sesuai untuk kebutuhan Indonesia berdasarkan sifat kemajemukan. Kemunculan ini mengingat mereka berdua, baik Jokowi maupun Cak Imin, dirasa perlu sebagai gambaran nyata pasangan nasionalis-religius sebagai representasi konsep Islam Nusantara.

Setali tiga uang dengan apa yang dilakukan lewat pola relasi kepentingan Cak Imin, Ketua Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan juga mempunyai basis keislaman dan kekuatan cukup dominan. Namun ketimbang yang dilakukan Cak Imin dengan PKB nya sedikit lebih diuntungkan, mengingat sesama anggota koalisi dalam pemerintahan dari awal, dan juga mempunyai jatah kuat di kabinet Jokowi. Tentunya ini akan menjadi pekerjaan Rumah yang cukup rumit bagi Zulkifli Hasan kalau melihat kedekatan maupun keberpihakan pandangan politis komponen partainya yang selama ini juga masih terbelah dalam menyikapi positioningnya kepada Jokowi. Apalagi PAN juga sangat kritis akhir akhir ini kepada pemerintahan meski menempatkan satu pos menteri di Kabinet Kerja.

Bicara konteks kalangan Islam ataupun perwakilan ummat Muslim yang akan disandingkan bersama Jokowi pada kontestasi pemilihan Presiden 2019 mendatang, hal ini bukan menjadi pilihan akhir bagi Jokowi. Demikian juga jika dilihat dengan gayanya yang mengikuti gelombang pergaulan zaman saat ini. Konstruk Milenial yang sekarang menjadi sebuah jargon atau gaya menurut bebarapa kalangan, dilihat sebagai gambaran pencitraan Jokowi. Hal ini adalah cara baru bagi Presiden ketujuh tersebut.

Cara seperti inilah yang saat ini menjadi modal bagi Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan ( PPP ) Romahurmuziy atau Romy, dengan mengubah bentuk serta tampilan gaya berbusana untuk dipakai sebagai cara berkomunikasi kepada Jokowi. Latar belakang Romi yang sama seperti Cak Imin merupakan santri Nahdatul Ulama. Namun dari segi usia, Romy jauh lebih muda dan ini pula yang membuat citra muslim milenial melekat lewat penampilan milenial dilengkapi dengan simbol sorban yang dikalungkan di leher, mensinergikan Muslim yang Milenial.

Dan, yang barangkali membuat masyarakat senang dengan tampilan tampilan Jokowi bergaya milenial ialah pencitraannya di kalangan pendukung. Hal ini cukup menonjol, khususnya kalangan nasionalis yang menyandingkannya dengan anak Presiden RI ke-6, yaitu Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), yaitu Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Memang, jika melihat usia dan tampilan jauh lebih muda serta enerjik dibandingkan dengan tokoh-tokoh yang sudah lebih dahulu menjalin komunikasi politik ke Jokowi.

Sementara itu, branding AHY dengan tampilan milenialnya itu sengaja dibuat, selain untuk menggaet kalangan generasi muda saat ini, juga alat kampanye popularitas Partai Demokrat selain keterpilihan semata. Inilah barangkali yang menjadi dilema bagi Jokowi, selain mengajak para kalangan Tokoh Islam dalam acara acara pemerintahan, juga melakukan hobi pribadinya dengan berpetualang bersama gaya milenial.

KOMENTAR

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *