Warung Umak, Warkop Yang Lahir Dari Tiga Bersaudara Pecinta Kopi

Epicentrum.id, Jakarta – Menikmati sajian ala di warung kopi (Warkop) saat ini bukan lagi monopoli para pekerja kalangan awah ataupun Pelajar dan Mahasisiwa, namun kini apa yang menjadi Tempat favorit Masyarkat sepelosok Nusantara itu telah bertranformasi menjadi Wadah gaya hidup baru kekinian.

Menjawab fenomena dari banyaknya rupa warung Kopi yang identic dengan kalangan bawah tersebut, Tiga Saudara membentuk konsep Warkop dengan tema menarik mengenai sensasi minum Kopi dengan harga miring dan kekinian. Coba sempatkan untuk mampir ke Warung Umak yang berada di kawasan Kota Tua, Jakarta. Di sini, Bagi Anda sering  nongkrong di Warkop, disini juga bisa menikmati menu-menu seperti yang ada di warkop, mulai dari kopi, roti bakar sampai Indomie.

Warung Umak didirikan oleh Didiet, Delly Puspita dan Denny Firmansyah. Untuk ukuran warkop, Warung Umak ini tempatnya lumayan besar dengan dekorasi yang catchy atau instagramable. Malah kalau diperhatikan tentunya akan mengira kalau ini adalah kedai kopi atau kafe.

Tempat yang bagus bukan berarti harganya mahal. Di sini, harganya sangat terjangkau sekali kalau untuk sekedar ajak ajak teman nongkrong, Bayangkan saja, secangkir kopi tubruk diberi harga Rp5 ribu. Jangan salah, kopinya juga bukan sembarang karena beraneka jenis dari berbagai Daerah peghasil Kopi.

 ” Sebenarnya ini tadinya sebuah Kantor peninggalan keluarga, dari sana sempat terbengkalai hanya sekedar Gudang tanpa barang pun, disini pula Saya dan kedua Kakak berinisiatif membuat semacam Kedai, dan kebetulan pula di lingkungan keluarga juga banyak yang mengetahui mengenai Kopi” ujar Pria yang biasa disapa Kibus tersebut di Kedai Warung Umak, Jakarta (3/5/2018)

Untuk kopi, yang menjadi favorit di sini adalah Es Kopi Umak. Sedangkan makanannya, Pempek asli Palembang. Karena Umak sendiri merupakan bahasa Palembang yang berarti Ibu. Tentu, yang menjadi jagoan di sini adalah Pempek-nya.

Tapi, jangan kecewa dulu bagi Anda yang bukan asli Palembang, disini juga bisa mencicipi menu lain. Untuk jajaran kopi, ada Ulubelu, Lanang, Mandailing, Kota Tua dan Gayo. Harganya bervariasi, mulai dari Rp10 ribu – Rp20 ribu. Ada juga ice blended-nya yang dijual dengan harga Rp12 ribu – Rp15 ribu.

Sedangkan barisan makanan, ada Roti Bakar berbagai rasa, Indomie dan Nasi Ayam Kremes. Yang ini juga harganya sangat terjangkau, mulai dari Rp9 ribu – Rp20 ribu! Murah banget kan?

“Kita memang targetnya menengah ke bawah.   Karena pengunjung Kota Tua kan memang segitu. Ini tuh konsepnya warung Indomie tapi levelnya kita naikin,” terang Delly.

Dengan Rp50 ribu, Anda ataupun siap pun yang hendak berkunjung ke Kota Tua Jakarta bisa mampir di Warung Umak yang juga mempunyai cita rasa sensasi makan dan minum di Warung Kopi masa kini. Rasa makanannya juga enak dan tidak mengecewakan. Jadi, kalau lagi jalan-jalan di Kota Tua, jangan lupa mampir ya! ( Ghita )

KOMENTAR

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *