Tiongkok Temukan Cadangan Gas Alam Raksasa

Epicentrum.id – Kantor berita South China Morning Post (SCMP) edisi Rabu (2/5) mewartakan bahwa Tiongkok telah memulai eksplorasi laut dalam di perairan sengketa di Laut Tiongkok Selatan (LTS) yang amat kaya mineral.

Menurut Dinas Survei Geologi Tiongkok, dua kapal selam terbaru mereka yang bisa menyelam hingga kedalaman 4.500 meter, telah melakukan riset pada akhir pekan lalu ke sebuah lokasi lepas pantai dekat muara Sungai Mutiara di selatan Tiongkok.

Lokasi yang disebut Beijing dengan “Seahorse Cold Seep” itu pada eksplorasi 2015, pernah ditemukan kandungan metana hidrat yang biasa lazim disebut dengan flammable ice (es yang mudah terbakar), sebuah sumber energi gas alam terbaru, dimana gas alam ini masih diimpor oleh Tiongkok.

Berbekal detektor sonar dan alat pengebor khusus, dua unit kapal selam khusus Tiongkok, berhasi memetakan cadangan gas alam berharga itu. “Kami mendapati banyak gelembung metaha di area LTS itu,” kata Chen Zongheng, pakar kapal selam khusus Tiongkok dari Dinas Survei Geologi Tiongkok, saat dimintai keterangan oleh kantor berita CCTV.

Tiongkok mengklaim sebagian besar LTS dimana klaim tersebut saling bersinggungan dengan Filipina, Malaysia, Brunei, Taiwan, dan Vietnam. Tiongkok dilaporkan amat getol melakukan eksplorasi di LTS karena diduga kawasan perairan sengketa ini kaya akan kandungan minyak dan mineral-mineral lainnya.

Andalkan Teknologi

Menurut pakar dari S Rajaratnam School of International Studies di Nanyang Technological University, Singapura, Collin Koh, Tiongkok bisa melakukan eksplorasi di LTS karena merupakan satu-satunya negara yang memiliki teknologi canggih yang mendukung eksplorasi itu dibandingkan negara-negara pesaing lainnya.

“Tiongkok memiliki keunggulan dibidang komersial, ekonomi dan militer yang menyokong misi eksplorasi ini,” kata Koh. “Aktivitas ini bisa diartikan sebagai upaya Tiongkok untuk mendominasi di LTS,” imbuh dia.

Disebutkan pula oleh Koh bahwa Tiongkok bisa terus menginvestasikan penelitian bidang kemaritiman dibandingkan negara-negara Asia Tenggara lainnya yang mengalami kesulitan pendanaan, aset serta pakar.

Ditambahkan oleh Koh, walau militerisasi di LTS saat ini jadi pusat perhatian, sehingga banyak pihak lengah untuk memperhatikan aktivitas riset sains Tiongkok juga di kemudian hari bisa mempertegas klaim Tiongkok atas LTS.

“Ketidaktahuan atas strategi Tiongkok atas LTS, membuat kita menduga-duga apa yang telah dicapai Tiongkok saat ini. Eksplorasi riset kemaritiman Tiongkok dalam skala yang lebih luas bisa jadi faktor yang amat kuat bagi klaim juga posisi tawar menawar terkait sengketa,” pungkas Koh.[koran-jakarta]

KOMENTAR

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *