Mendikbud: Menghadapi Revolusi Industri 4.0 Harus Menjadi Perhatian

Epicentrum.id -Memajukan bidang pendidikan adalah konsern pemerintahan Presiden, Joko Widodo. Salah satunya dilakukan dengan memeratakan akses pendidikan diseluruh wilayah di Indonesia.

Pemerintah bertepatan dengan peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2018 berkomitmen membangun infrastruktur di daerah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T). Pernyataan itu tertuang dalam amanat Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Prof. Dr. Muhadjir Effendy yang dibacakan Gubernur Bali Made Mangku Pastika ketika peringatan Hardiknas 2018, di Lapangan Niti Mandala, Denpasar, Rabu (2/5/2018).

“Meski demikian, harus diakui dengan jujur bahwa hamparan yang luas luar biasa dari wilayah Indonesia menyebabkan belum semua wilayah tersentuh pembangunan infrastruktur yang bisa menjadi sabuk pendidikan dan kebudayaan dalam ikatan keindonesiaan. Oleh karena itu, pada tahun-tahun mendatang pemerintah akan memberikan prioritas pembangunan infrastruktur pada daerah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T) agar wilayah-wilayah tersebut terintegrasi dan terkoneksi ke dalam layanan pendidikan dan kebudayaan,” kata Muhadjir.

Tidak hanya itu, Mendikbud mengakui, Indonesia menghadapi tantangan berat baik internal maupun eksternal dalam membangun Sumber Daya Manusia (SDM). Menyikapi itu, pemerintah dikatakan telah menerbitkan Peraturan Presiden Nomor 87 Tahun 2017 tentang Penguatan Pendidikan Karakter (PPK).

“Guru, orang tua, dan masyarakat harus menjadi sumber kekuatan untuk memperbaiki kinerja dunia pendidikan dan kebudayaan dalam menumbuhkembangkan karakter dan literasi anak-anak Indonesia,” tegasnya.

Tantangan lain yang tak kalah penting menurut Muhadjir adalah secara eksternal. SDM Indonesia dihadapkan dengan perubahaan dunia yang cepat dan kompetitif. Revolusi Industri 4.0 harus menjadi perhatian, utamanya untuk meningkatkan kompetensi manusia Indonesia.

“Hadirnya Revolusi Industri 4.0 yang bertumpu pada cyber-physical system telah mengubah peri kehidupa kita. Artificial intelligence, internet of things, 3D printing, robot, dan mesin-mesin cerdas secara besar-besaran menggantikan tenaga kerja manusia. Kecepatan dan ketepatan menjadi kunci dalam menghadapi gelombang perubahan tersebut, juga kemampuan kita dalam beradaptasi dan bertindak gesit,” tegas mantan Rektor Universitas Muhammadyah Malang (UMM) ini.

Diakhir amanatnya, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan menyampaikan, pendidikan harus dilakukan secara seimbang kedalam tiga jalur. Tiga jalur itu meliputi formal, nonformal, dan informal. Ketiganya itu disebut Muhadjir harus diposisikan setara dan saling melengkapi.

“Masyarakat diberi kebebasan untuk memilih jalur pendidikan. Oleh karena itu, pemerintah memberikan perhatian besar dalam meningkatkan ketiga jalur pendidikan tersebut,” tutup Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Prof. Dr. Muhadjir Effendy dalam peringatan Hardiknas 2018. [Sumber]

 

KOMENTAR

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *