Warga Sergai Dihebohkan Ikan Raksasa Asal Amazon ini

ikan raksasa

Epicentrum.id – Ikan berukuran raksasa dengan berat sekitar 70 kilogram jenis Arapaima (Arapaima Gigas) berasal dari daerah tropis Amerika Selatan, menghebohkan warga Serdang Bedagai (Sergai).

Ikan tersebut milik Ponijan, 65, warga Dusun VI Desa Nagur, Kec. Tanjung Beringin, Sergai, yang dipeliharanya di kolam ukuran sekitar 2 m x 20 m bentuk leter L.

Anto, 36, menantu Ponijan, Selasa (17 /4) mengatakan, awalnya ikan jenis Arapaima itu dibeli dari Medan seberat 12 kg dan dipelihara di dalam kolam. “Saat ini ikan tersebut berusia belasan tahun dengan berat sekitar 70 kg, sedang untuk makan sesekali diberi ayam dan bebek mati. Selama ini keberadaan ikan dirahasiakan, namun warga setempat mulai mengetahui sepekan yang lalu saat kolam mulai kering dan di dalamnya ada ikan akan dipindahkan,” sebutnya.

ikan araipama di medan

Sejak itulah, kata Anto, warga dari berbagai kecamatan di Sergai, mendatangi kolam setiap harinya untuk menyaksikan ikan itu. “Pihak keluarga dalam beberapa hari ke depan berencana akan menguras kolam, agar warga bisa menyaksikan langsung besarnya ikan itu,” ujarnya.

Sementara itu, Abdul Haris, warga Desa Liberia Kec. Teluk Mengkudu, mengaku dalam sepekan ini rutin mendatangi kolam untuk menyaksikan ikan dengan ukuran raksasa. Meski belum bisa menyaksikan bentuk ikan seluruhnya, kata dia, tetapi sempat menyaksikan bagian punggung ikan sebesar manusia.

Dalam sepekan terakhir ratusan warga dari berbagai kecamatan di Sergai, datang silih berganti ke lokasi kolam untuk menyaksikan ikan dengan ukuran raksasa tersebut. Bahkan, tidak sedikit warga yang membeli ayam untuk pakan ikan, agar bisa melihat ukuran ikan saat memakan umpan.

Tentang Arapaima gigas

arapaima amazon
Situs National Geograpic mencatat ikan Arapaima gigas juga biasa disebut paiche atau pirarucu. Ikan jenis arapaima ini bernafas di udara, banyak hidup di hutan Amazon di Amerika Selatan dan danau-danau sekitarnya.

Ikan ini merupakan salah satu jenis ikan air tawar terbesar yang bisa mencapai panjang 2,75 meter dan berat mencapai 200 kg. Ikan ini mempunyai badan yang lebar, bersisik, berwarna abu-abu dan kepala yang meruncing.

Meskipun arapaima bisa bertahan di dalam air selama 10-20 menit, ikan ini cenderung bertahan di permukaan air. Di sinilah mereka mengintai mangsa dan muncul untuk bernafas.

Arapaimas biasanya memakan ikan-ikan kecil, tapi bisa pula menyergap burung-burung yang sedang berada di dekat permukaan air.

Kebiasaan arapaima yang berada di permukaan air menyebabkan ikan ini mudah diburu oleh manusia menggunakan seruit yang tajam. Beberapa suku di Amazon memakan daging arapaima, termasuk lidah ikan ini. Mereka juga mengoleksi sisik ikan raksasa ini yang bisa dijadikan perhiasan.

Banjir yang terjadi secara teratur menjadi bagian dari siklus reproduksi arapaima. Saat air sedikit, sekitar Februari sampai April, arapaima membangun sarang dan betina menempatkan telurnya di sana.

Arapaima muda mulai menetas bersamaan dengan naiknya air akibat hujan. Banjir membuat arapaima tumbuh dan berkembang.

Arapaima dewasa jantan mempunyai tugas yang aneh dalam siklus reproduksi. Pejantan berperan sebagai inkubator dengan meletakkan ribuan telur di dalam mulutnya. Sang pejantan juga bertugas untuk menjaga telur-telur itu dari gangguan pemangsa.

Wikipedia menyebutkan pemerintah Brasil telah mengeluarkan larangan untuk menangkap ikan ini. Memancing ikan ini hanya dibolehkan di pedalaman atau daerah terpencil tertentu di lembah Amazon, penangkapan hanya dibolehkan hanya untuk konsumsi penduduk setempat. [Sumber]

KOMENTAR

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *